Balada Buruh Tolak UMP DKI, Sebut Anies Biang Kerok

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 07:00 WIB
Sejumlah buruh dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (19/11). Mereka menuntut kenaikan UMP 10 persen.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan 6 konfederasi dan 60 federasi serikat pekerja/buruh bakal melaksanakan aksi unjuk rasa. Aksi tersebut sebagai wujud penolakan atas upah minimum 2022 yang telah ditetapkan gubernur.

Berikut beberapa informasi seputar penolakan buruh atas upah minimum 2022:

1. Kantor Anies Ikut Digeruduk

Aksi unjuk rasa akan digelar di Istana Negara, Balai Kota DKI Jakarta, dan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan. Buruh yang akan turun berasal dari Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

"Jadi di Istana Negara, yang kedua di Balai Kota, dan yang ketiga super biang keroknya dari semua masalah ini adalah Kemnaker," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (22/11/2021).

Aksi tersebut akan melibatkan puluhan ribu buruh dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten yang mencakup 6 konfederasi dan 60 federasi serikat pekerja.

"Yang kalau digabungkan dari konfederasi dan 60 federasi serikat pekerja tersebut jumlahnya adalah puluhan ribu buruh," sebut Said.

Lanjutkan membaca -->



Simak Video "Wagub DKI soal UMP Jakarta 2022: Kami Ingin Sebaik Mungkin"
[Gambas:Video 20detik]