ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Akhir Tahun Moncer, Bisa Tembus Berapa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 12:21 WIB
Sri Mulyani Indrawati
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi ekonomi di kuartal IV-2021 terjadi perbaikan. Hal ini seiring rendahnya kasus COVID-19.

"Saat ini kuartal keempat pemulihan mulai terjadi akselerasi kembali. Seiring dengan kasus COVID-19 yang bisa dikendalikan pada tingkat yang rendah," kata Sri Mulyani dalam Live Kongres AAIPI Tahun 2021 secara virtual, Selasa (23/11/2021).

"Kita berharap pemulihan ekonomi dalam jangka menengah akan terus berjalan, mencapai kepada level 5% bahkan di atas 6%, sehingga kita bisa mencapai tujuan pembangunan yang tertunda akibat COVID-19," lanjutnya.

Ia juga merinci bukti bahwa ekonomi tengah mengalami perbaikan. Misalnya, dibandingkan Oktober tahun lalu, pendapatan negara anjlok 15,3% dari sisi pajak di mana penerimaan pajak Rp 826,9 triliun. Kemudian pada tahun ini penerimaan pajak sudah naik ke angka Rp 953,6 triliun atau naik 15,3%.

"Ini merupakan rebound recovery yang sangat kuat. Kalau kita di bea dan cukai tidak mengalami kontraksi. Kita mendapatkan Rp 164 triliun sampai akhir Oktober tahun lalu. Tahun ini bea dan cukai pendapatannya Rp 205,8 triliun atau tumbuh 25,5%. Ini kenaikannya tidak hanya double tetapi juga sangat tinggi," jelasnya.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun lalu Rp 278 triliun hingga untuk tahun ini sebanyak Rp 349,2 triliun atau tumbuh di atas 25%. Padahal PNBP kontraksi cukup dalam sebanyak minus 16,3% karena harga komoditas yang jatuh dan dividen mengalami kemerosotan.

"Jadi kalau kita lihat 2021 pendapatan negara cerita mengenai pemulihan ekonomi recovery dan rebound. Namun pekerjaan sudah selesai, kita masih sedang dalam pemulihan ekonomi," tuturnya.

Kemudian, dari sisi belanja negara disebut masih relatif tidak mengalami kenaikan signifikan. Belanja negara tahun lalu hingga akhir Oktober 2020 totalnya Rp 2.041 triliun. Tahun ini hingga Oktober 2021 Rp 2.059 triliun.

"Berarti tumbuh tipis 0,8%. Itu jadi belanjanya stay, hanya komposisi belanja kita lakukan refocusing. Ini menggambarkan kehati-hatian, di satu sisi kita harus tetap menjaga setiap uang negara ini dari pendapatan negara dan pinjaman saja. Jadi harus accountable," tutupnya.

Lihat juga Video: Sri Mulyani Minta Waspadai Inflasi AS

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT