Tak Hanya di AS, Harga Daging Babi di China Melonjak

Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 12:51 WIB
Ilustrasi Babi
Foto: Getty Images/iStockphoto/dusanpetkovic
Jakarta -

Lonjakan harga daging babi rupanya tak hanya terjadi di Amerika Serikat (AS). Nampaknya kali ini Negeri Tirai Bambu, China, juga tengah dilanda 'kiamat' babi.

Melansir dari Global Times, Selasa (23/11/2021), dalam lima minggu terakhir harga daging babi di China telah melonjak sebesar 34,9% secara kumulatif. Padahal komoditas ini merupakan salah satu makanan pokok warga China.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan (MOA), harga mingguan daging babi grosir mengalami kenaikan selama lima minggu, mencapai 24,02 yuan per kilogram (Rp 52,8 ribu/kg - berdasarkan kurs Rp 2.200/yuan).

Sedangkan untuk harga pembelian rata-rata nasional daging babi sembelihan yang ditentukan perusahaan sekitar 18,08 yuan per kilogram (Rp 39,77 ribu/kg), naik 4 persen dibandingkan dengan Oktober kemarin.

'Kiamat' babi disebut karena pasokan kurang. Ini tentu dapat menjadi masalah, terutama dalam waktu dekat di mana di sejumlah wilayah China akan mulai mengalami musim dingin.

Hal ini dibenarkan oleh seorang pedagang daging di Beijing bermarga Wang yang mengaku permintaan sedang naik tajam untuk cuaca dingin yang sedang berlangsung namun pasokan tidak dapat memenuhi hal itu.

Hal yang sama juga disuarakan oleh salah seorang pelanggan. Pelanggan bermarga Yan mengatakan bahwa dengan musim dingin yang akan datang, banyak keluarga di China utara akan mulai membuat bakso babi dan menyimpan daging babi cincang untuk pangsit.

Meski demikian, Wakil peneliti di Institut Ekonomi Pertanian dan Pengembangan Akademi Ilmu Pertanian China, Wang Zuli, mengatakan bahwa kenaikan ini masih biasa. Pasalnya harga daging babi sempat merosot pada paruh pertama tahun 2021.

"Kenaikan harga daging babi menunjukkan peningkatan konsumsi China dengan daya beli konsumen yang kuat," kata Wang.

Terlebih lagi, berdasarkan catatan Wang, pasokan daging babi China akan mulai meningkat pada bulan November dan Desember. Dengan demikian ke depannya harga daging babi China akan mulai dan tetap stabil.



Simak Video "Rusuh! Anggota DPR Taiwan Lempar Jeroan Babi Saat Rapat"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)