Sejarah Dua Kelinci yang Pabriknya Kebakaran

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 20:00 WIB
Jakarta -

Kacang Dua Kelinci telah menjelma sebagai cemilan yang banyak dikenal masyarakat. Cemilan itu telah menjadi teman di kala santai, nongkrong, nonton TV, dan aktivitas lainnya.

Sebagai sebuah produk, Dua Kelinci rupanya punya umur yang cukup tua. Umurnya, hampir setengah abad.

Dikutip dari Lifepal, Selasa (23/11/2021), produk tersebut telah dibuat sejak tahun 1972. Pendirinya adalah pasangan suami-istri Hoe Sie Ak dan Lauw Bie Giok. Awalnya, produk kacang kulit ini tidak diberi nama Dua Kelinci. Mulanya, produk itu bernama Sari Gurih.

Pasangan tersebut dulunya membuat pabrik kacang dalam kemasan untuk menampung hasil panen dari petani. Proses produksinya pun semula masih sangat tradisional.

PT Dua Kelinci didaftarkan pada tahun 1985. Sejak saat itu, Sari Gurih berubah nama menjadi Dua Kelinci. Pendaftaran tersebut dilakukan oleh generasi kedua pasangan tersebut, yaitu Ali Arifin dan Hadi Sutiono.

Pendaftaran perusahaan dilakukan pada tanggal 15 Juli 1985 di Pati, Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu, produksi Dua Kelinci terus berkembang. Titik balik Dua Kelinci terjadi pada tahun 2000. Di tahun itu, proses pembuatan kacang kulit telah menggunakan mesin berteknologi canggih.

Selanjutnya di tahun 2006, inovasi produk pun dilakukan. Varian produk Dua Kelinci makin beragam. Dua Kelinci mengembangkan produk dari jenis kacang lainnya serta biji-bijian.

Produk Dua Kelinci pun juga mendunia. Pada periode 2011-2014, Dua Kelinci menjadi sponsor klub Real Madrid.

Namun, kabar buruk datang dari Dua Kelinci. Kebakaran terjadi di wilayah pabrik PT Dua Kelinci Pati di Jalan Raya Pati-Kudus, Pati, Jawa Tengah, siang hari ini. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

"Kerugian secara materi, kurang lebih sekitar Rp 2 miliar, dan kerugian korban jiwa tidak ada," ujar Kapolres Pati AKBP Christian Tobing kepada wartawan di lokasi kejadian, Kecamatan Margoyoso, Pati, Selasa (23/11).

(acd/fdl)