Belajar Ekonomi Biru dari Benua Biru 

Sakti Wahyu Trenggono - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 17:08 WIB
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono
Foto: KKP: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Jakarta -

Tahun 2022 menjadi pintu gerbang transformasi tata kelola pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Kebijakan penangkapan terukur akan diterapkan di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) sebagai implementasi dari prinsip ekonomi biru.

Penerapan kebijakan penangkapan terukur dalam rangka menjaga kelestarian ekologi sekaligus mendulang pertumbuhan ekonomi menjadi lebih optimal untuk peningkatan devisa negara, kesejahteraan masyarakat, hingga distribusi ekonomi ke daerah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan tentu tidak sekonyong-konyong mengambil langkah kebijakan penangkapan terukur. Banyak proses yang sudah kami lalui.

Mulai dari meminta pertimbangan para ahli bidang kelautan dan perikanan, memperbarui data potensi sumber daya ikan di setiap WPPNRI bersama Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan), sosialisasi ke nelayan dan pemda, hingga melakukan benchmarking ke sejumlah negara di Eropa.

Sedikit saya ingin menceritakan perjalanan 10 hari di Benua Biru dalam rangka benchmarking ini pada awal November lalu. Denmark, Prancis, Skotlandia, dan Spanyol adalah negara yang saya kunjungi untuk melihat langsung sekaligus belajar tata keloka sektor kelautan dan perikanan yang maju.

Di Denmark, saya menyaksikan bagaimana kapal-kapal penyeberangan sudah beralih menggunakan tenaga listrik, tidak lagi mengandalkan bahan bakar fossil. Kemudian kapal-kapal perikanan dilengkapi dengan teknologi penyuling air asin menjadi tawar, dan mesin pendingin berkompresor tanpa minyak pelumas.

Deretan teknologi yang diterapkan pada alat-alat tersebut teruji lebih ramah lingkungan dan mengurangi pelepasan emisi karbon di udara yang memicu terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim ini bukan persoalan sepele. Dampaknya sangat nyata yang dapat kita lihat dari rentetan bencana alam yang belakangan kerap terjadi.

Sementara pelabuhan perikanan di Spanyol sebagian besar sudah modern dan pengelolaannya juga ramah lingkungan. Salah satunya Pelabuhan Perikanan Vigo di Spanyol yang termasuk pelabuhan perikanan tersibuk di dunia sebab merupakan hub ekspor impor produk perikanan dunia. Selain belajar mengenai Management Green Port, saya melihat adanya peluang pasar produk perikanan Indonesia melalui pelabuhan ini.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik