Kontainer Langka, Pengiriman Beras Bulog Kena Imbasnya

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 17:28 WIB
Pemerintah berencana impor beras 1 juta ton. Dirut Perum Bulog Budi Waseso pun buka-bukaan soal kondisi ratusan ribu ton beras impor yang belum terpakai.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Tingginya permintaan kontainer ternyata berujung pada kelangkaan. Dampaknya tidak hanya bagi eksportir saja, pengiriman beras Bulog antarpulau pun ikut terdampak.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mockhamad Suyamto dalam acara Grand Launching Badan Logistik & Rantai Pasok Kadin Indonesia yang digelar secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Dia mengatakan, kelangkaan kontainer ini menjadi bahan diskusi. Apalagi, dengan keadaan seperti itu akan membuat biaya logistik semakin mahal.

"Kondisi terakhir jadi bahan diskusi, rata-rata setelah pandemi berakhir, ekonomi sudah mulai membaik. Ini kita agak kesulitan terkait dengan begitu lancar permintaan kontainer ke luar negeri tinggi. Sekarang kontainer, kapal freight-nya mahal semua ini," kata Suyamto.

Dengan kelangkaan kontainer, distribusi beras Bulog terganggu. Mereka bahkan harus bersaing dengan muatan lain.

"Jadi kita memang agak terganggu lah karena harus bersaing dengan muatan lain," ujarnya.

Di satu sisi, dia pun menghadapi dilema lain yakni jika menggunakan fasilitas tol laut tentu ada batasan kapasitas.

"Kita akan manfaatkan tol laut juga kapasitasnya terbatas sehingga ada sedikit hambatan terkait dengan pengiriman karena hambatan (biaya) freight yang terlalu tinggi," pungkasnya.

(ara/ara)