Hati-hati Guys! Ada Penipu Gentayangan Sasar Belanja Online

Elsa Azzahra - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 18:04 WIB
Ilustrasi Belanja Online
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Di tengah pandemi seperti ini, belanja kini tidak perlu datang ke toko offline, dengan teknologi yang semakin canggih kamu sudah bisa belanja dari rumah sambil melakukan kegiatan lainnya. Tingginya pemesanan belanjaan melalui e-commerce kini membuat kejahatan digital juga semakin rentan terjadi.

Diketahui, menurut Adobe penjualan online di Amerika Serikat kini mencapai US$ 207 miliar atau setara Rp 2.957 triliun pada musim belanja mendekati liburan antara 1 November hingga 31 Desember 2021. Dan lonjakan itu meningkat 10% dibandingkan tahun 2020.

Bersamaan dengan meningkatnya pesanan belanja melalui online ini, penjahat digital kemungkinan akan mencoba mengambil keutungan dari konsumen yang tidak waspada selama pemesanan barang.

Dikutip dari CNBC, Rabu (24/11/2021), Belanja online menyumbang 58.000 laporan penipuan konsumen selama Januari 2022 hingga 18 Oktober 2021, dibandingkan penipuan dari kategori lainnya.

Nah untuk menghindari kejahatan selama belanja online, perlu kamu tau beberapa jenis kejahatan yang sering terjadi:

1. Toko Online Palsu

Banyak para penipu mengguna situs web palsu untuk memikat konsumen, dengan iklan yang menarik dan hadiah yang ditawarkan. Dan biasanya situs ini menampilkan barang yang sulit didapatkan di tempat lain, menurut Social Catfish salah satu situs keamanan online.

2. Penipuan di Media Sosial

Menurut Komisi Perdagangan Federal, platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube menjadi "sarang penipuan".
Sekitar 38% konsumen melaporkan bahwa telah melakukan pembelian dalam 12 bulan terakhir dengan mengklik iklan di media sosial, dan langsung mengarahkan mereka ke situs kloning dari toko asli, menurut AARP.

3. Modus Paket Belanjaan Hilang

Penipu akan berpura-pura menjadi perusahaan pengiriman paket belanjaan dan akan mengirimkan teks atau email untuk melacak paket untuk memberitahu konsumen bahwa pengiriman paket mengalami masalah. Dan konsumen akan dimintai informasi terkait masalah pengiriman tersebut.

Buat Detikers yang gemar belanja online, harus lebih waspada ya!

(dna/dna)