Pandemi Bikin Rantai Pasok Global Kacau Balau

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 22:15 WIB
Suasana aktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, IPC, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019).
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy

Sialnya lagi, krisis kontainer terjadi. Banyak kontainer tertahan di pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Amerika. Hal itu terjadi karena adanya penutupan pelabuhan. Kejadian ini membuat barang menjadi macet untuk didistribusikan.

Masalah juga diperburuk dengan adanya krisis ketenagakerjaan di Amerika, puluhan ribu posisi pengemudi truk kehilangan tenaga kerja. Hal itu bisa membuat rantai pasok barang makin mengalami kekacauan dan kemacetan.

"Terjadi kekurangan 80-90 ribu supir truk di pantai barat Amerika, kalau 80 ribu sopir truk tidak bekerja artinya 80 ribu truk dan kontainer tidak bisa bergerak. Barang pun macet," kata Bayu.

Imbas dari kacaunya rantai pasok global ini, menurut Bayu adalah inflasi. Hal itu terjadi karena peningkatan permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen, ujungnya kenaikan harga lah yang terjadi.

"Sekarang timbul lagi inflasi, karena demand tumbuh dibanding supply," ungkap Bayu.


(hal/hns)