RI Jadi Tuan Rumah
KTT D8 Akan Perkuat Perdagangan
Rabu, 26 Apr 2006 13:48 WIB
Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT negara-negara berkembang yang tergabung dalam D-8 pada 9-13 Mei 2006. KTT akan digelar di Bali. KTT ini dipastikan diikuti oleh 5 kepala negara yakni PM Turki, PM Pakistan, PM Malaysia, Presiden Iran, PM Bangladesh, di samping Presiden Indonesia.Sementara negara lain seperti Mesir hanya akan mengirimkan utusan setingkat menteri, dan Nigeria masih ditunggu konfirmasinya.Demikian disampaikan oleh Dirjen Multilateral Departemen Luar Negeri (Deplu) M Slamet Hidayat dalam jumpa pers di Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2006). D-8 merupakan forum kerjasama delapan negara Islam berpenduduk padat.Dijelaskan Slamet, KTT ini berupaya mencari strategi terbaik memperkuat kerjasama D-8 terutama dalam bidang perdagangan. Menurut Slamet, KTT ini akan menghasilkan 3 dokumen yaitu pertama, deklarasi Bali yang merefleksikan keprihatinan anggota D-8 terhadap masalah global. Kedua, perjanjian referensi perdagangan oleh menteri-menteri perdagangan negara anggota D-8. Ketiga, perjanjian bantuan administratif di bidang kepabeanan.Selain itu, KTT juga membicarakan masalah krisis energi. "Ada satu paragraf yang kita ajukan mengenai energi, yaitu upaya kita mengatasi krisis energi melalui pengembangan sumber energi terbaharukan antara lain, bio-massa, bio-diesel, dan nuklir," ujarnya.KTT akan terdiri dari beberapa sesi acara. Tanggal 9-10 Mei 2006 dibuka dengan pertemuan tingkat komisioner. Tanggal 11 Mei 2006 digelar forum bisnis. Tanggal 13 Mei ditutup dengan pertemuan tingkat kepala negara anggota D-8. Sepanjang acara akan digelar pameran dagang dari tanggal 9-13 Mei 2006.Rencananya KTT kali ini juga akan mengalihkan jabatan Ketua D-8 dari Iran ke Indonesia. Indonesia akan menjabat Ketua D-8 hingga 2008.
(qom/)











































