Eropa Mau Batasi Masa Berlaku Sertifikat Vaksin 9 Bulan, Kenapa?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 08:40 WIB
Unrecognisable person in car giving on border control passport and certificate of covid-19 vaccination.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/ArtistGNDphotography
Jakarta -

Pihak otoritas Uni Eropa (UE) sedang mempertimbangkan untuk memberikan tanggal kedaluwarsa pada sertifikat vaksin yang berlaku di wilayahnya. Rencananya, setiap sertifikat vaksin yang ada hanya akan berlaku selama sembilan bulan.

Dilansir CNBC, Jumat (26/11/2021), badan eksekutif komisi Eropa telah mengusulkan agar Sertifikat Covid Digital UE harus diperbarui. Sebab dokumen ini memungkinkan orang untuk bepergian lebih mudah di tengah pandemi dengan menggunakan status vaksinasi mereka.

Idenya adalah bahwa dokumen tersebut memiliki masa hidup selama sembilan bulan setelah vaksin diberikan. Selanjutnya ketika efektivitas vaksin dalam meningkatkan kekebalan/imunitas penerima vaksin dirasa telah berkurang, maka sertifikat vaksin akan kedaluwarsa.

Dengan kata lain, pemberian tanggal kedaluwarsa pada sertifikat vaksin ini dapat berperan sebagai 'waktu aman' bagi penerima vaksin dari penularan Covid-19. Bila penerima vaksin telah melewati waktu 'kedaluwarsanya', maka penerima vaksin tersebut akan kembali rentan terhadap penyebaran Covid-19.

"Jelas bahwa pandemi belum berakhir. Karena itu aturan perjalanan perlu mempertimbangkan situasi yang bergejolak ini," kata Komisaris Eropa Didier Reynders.

Oleh sebab itu Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menyarankan untuk semua orang dewasa agar menerima penguat vaksin, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Jadi dengan adanya pemberian tanggal kedaluwarsa ini, diharapkan setiap negara di Uni Eropa dapat lebih memantau tingkat kerentanan warganya dari pandemi Covid-19.

(ara/ara)