Terbaru! Begini Update Rencana 'Suntik Mati' 7 BUMN

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 18:45 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Terbaru! Begini Update Rencana 'Suntik Mati' 7 BUMN
Jakarta -

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membubarkan perusahaan BUMN yang sudah tidak bisa beroperasi dan menguntungkan. Saat ini ada 7 BUMN yang kondisinya kritis.

Direktur PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Yadi Jaya Ruchandi mengungkapkan mulai dari perusahaan konstruksi, penerbangan, pabrik kertas, pabrik gelas sampai pabrik tekstil. Yadi mengungkapkan, untuk perusahaan tekstil yang akan dibubarkan ini karena tidak punya bisnis yang bergerak di bidang tekstil.

"Mereka trading sarung, ya ada tekstilnya dikit ya. Tapi sekarang trading sarungnya juga sudah loss," kata dia dikutip dari YouTube Kementerian BUMN, Jumat (26/11/2021).

Dia mengungkapkan lalu ada perusahaan BUMN gelas, lalu Merpati yang sudah tidak memiliki arah bisnis yang jelas. Menurut Yadi, sebenarnya para perusahaan ini masih bisa untuk mendapatkan proyek.

"Kalau proyek gampang, cuma untung atau nggak?" jelas dia.

Menurut Yadi, untuk Istaka Karya sudah masuk PKPU dan disebut sudah tak bisa menyelesaikan kewajiban-kewajibannya.

Bagaimana proses suntik mati 7 BUMN tersebut? Lanjut ke halaman berikutnya.