ADVERTISEMENT

Saat Buruh Sebut Ganjar Pranowo Layak Jadi Presiden Jika Naikkan Upah

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2021 10:50 WIB
Massa dari aliansi buruh gelar aksi meminta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 di Jawa Tengah naik 16 persen. Mereka akan mogok kerja jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang -

Massa buruh dari berbagai aliansi di Jawa Tengah menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Kamis (25/11). Mereka menantang Ganjar mengeluarkan kebijakan kenaikan UMP 2022 yang pro buruh.

"Kalau Gubernur Jawa Tengah berani melakukan terobosan hukum atau membuat terobosan hukum di dalam menetapkan upah minimum Jateng, sekali lagi saya sampaikan bahwa Gubernur Jateng layak menjadi presiden 2024!" kata Ketua KSPN Jateng, Nanang Setyono kepada wartawan, dikutip dari video 20detik, Sabtu (27/11/2021).

Aksi buruh itu digelar di jalan Pahlawan arah Simpang Lima, Semarang. Dalam orasinya massa buruh menolak UMP 2022 hanya naik 0,78 persen menjadi Rp 1.812.935.

Nanang menyebut Ganjar tidak layak menjadi presiden jika tidak berani mengeluarkan terobosan kebijakan soal UMK 2022.

"Tetapi jika gubernur Jateng dalam menetapkan UMK hanya normatif saja tidak berani melakukan terobosan hukum maka sesungguhnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga sama halnya dengan tokoh-tokoh yang lain dalam kontestasi nasional," tegas dia.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT