ADVERTISEMENT

4 Menteri Keroyokan Dorong Transformasi Digital UMKM

Dea Duta Aulia - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 14:28 WIB
Sebagai penghasil timah di Indonesia, Provinsi Bangka Belitung menjadi tempatnya para perajin timah atau yang biasa disebut pewter. 

Kerajinan ini pun kerap dijadikan souvenir dan pernah dibeli dengan harga yang sangat fantastis. Bisa sampai Rp 20 juta. Wow!
Foto: Rachman/detikcom
Jakarta -

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #Aroma Maluku tidak hanya fokus pada pengembangan UMKM di Indonesia. Program ini juga melibatkan satuan pendidikan dalam mengembangkan UMKM yang ada di Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang ditunjuk sebagai manajer kampanye dari Gernas BBI misalnya, menjadikan gerakan tersebut sebagai langkah awal pembentukan kemampuan pemasaran digital siswa SMK.

"Melalui Gernas BBI, kami berkomitmen untuk menjalin dan menguatkan kerja sama antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Hal itu terwujud dalam program-program SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi dan Kampus Merdeka," ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan juga menilai Gernas BBI #Aroma Maluku merupakan salah satu aplikasi dari kolaborasi antara dunia pendidikan dengan industri.

Ia menambahkan kebijakan Merdeka Belajar yang dimiliki oleh Kemendikbudristek bisa menjadi solusi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan industri.

Selain itu, Luhut juga mengapresiasi Kemendikbudristek karena memanfaatkan produk buatan dalam negeri seperti laptop untuk kegiatan pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut bisa diikuti oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah lainnya agar memanfaatkan produk dalam negeri.

"Kita semua harus membeli produk-produk dalam negeri seperti langkah Kemendikbudristek yang membeli laptop buatan dalam negeri sebesar lebih dari Rp 1,3 triliun. Ini adalah langkah strategi yang harus diikuti oleh semua kementerian dan lembaga untuk membeli dan pengadaan produk-produk dalam negeri," ujar Luhut.

Luhut menambahkan pengembangan karakter bangga buatan Indonesia harus ditanamkan sejak dini sebagai pondasi untuk mencetak generasi yang peduli dengan produk dalam negeri, siap berwirausaha dan berkompetisi.

Halaman Selanjutnya: Katalis Transformasi Digital UMKM

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT