Uganda Buka Suara soal Kabar Kehilangan Bandara karena Utang China

ADVERTISEMENT

Uganda Buka Suara soal Kabar Kehilangan Bandara karena Utang China

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 15:46 WIB
Airplanes side by side in airport
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/gerenme
Jakarta -

Salah seorang pejabat Uganda membantah laporan media yang menyatakan bahwa China dapat mengambil alih satu-satunya bandara internasional negara itu karena gagal bayar utang. Di sisi lain, Kedutaan China di Uganda juga menolak laporan tersebut.

Sebelumnya beredar laporan media yang mengatakan bahwa Uganda dapat kehilangan satu-satunya bandara internasional ke China. Hal itu terjadi karena pemerintah Uganda dikabarkan gagal bayar utang ke China.

Juru Bicara Otoritas Penerbangan Sipil Uganda, Vianney Luggya mengatakan pemerintah tidak berniat gagal bayar utang ke China. Tidak benar kalau Uganda akan kehilangan satu-satunya bandara internasional milik mereka.

"Tidak benar bahwa Uganda akan kehilangan Bandara Internasional Entebbe dengan cara apa pun. Ini bukan pertama kalinya tuduhan itu muncul. Uganda tidak akan gagal dalam memenuhi kewajiban pinjaman. Kami masih dalam masa tenggang tujuh tahun dan selama periode itu kami telah membayar bunga, "kata Luggya dikutip dari VOA, Selasa (30/11/2021).

Sedangkan di sisi lain, Kedutaan Besar China di Uganda mengatakan bahwa mereka tidak dalam posisi untuk berkomentar terkait masalah pengambilalihan bandara internasional Uganda tersebut. Mereka malah merujuk pada pernyataan yang mereka telah keluarkan sebelumnya pada Minggu (28/11) kemarin.

Dalam pernyataan tersebut, kedutaan China di Uganda mengatakan bahwa perjanjian pinjaman antara China Exim Bank dan Uganda ditandatangani secara sukarela melalui dialog dan negosiasi tanpa syarat tersembunyi atau kondisi politik yang melekat.

Mereka mengatakan kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Uganda dan pembiayaan di bidang infrastruktur skala besar mengikuti prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan. Selain itu kerja sama ini juga telah dilakukan sesuai dengan hukum dan aturan pasar internasional dan secara ketat dipatuhi oleh hukum kedua negara.

Simak juga Video: Bom Bunuh Diri di Uganda Terkait Kelompok Teroris

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT