Menperin: Pembatasan BBM Hanya Sebatas Imbauan
Kamis, 27 Apr 2006 13:04 WIB
Jakarta - Soal pembatasan konsumsi BBM, para menteri tampaknya belum satu kata. Jika Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan akan dibuat aturannya, maka beda lagi dengan pernyataan Menperin Fahmi Idris.Kendati mendukung usulan koleganya, namun menurut Fahmi, pembatasan BBM sifatnya adalah imbauan dan belum berupa ketentuan."Kalau seruan kepada masyarakat untuk menghemat BBM bagi mobil pribadi itu positif. Pertama, penggunaan BBM berkurang. Kedua, mengurangi kepadatan lalu lintas. Jadi ini masih sifatnya imbauan, belum bentuk ketentuan pada masyarakat untuk berhemat BBM," ujar Fahmi.Hal itu disampaikannya usai membuka Pameran Produk Halal di Hotel Bumikarsa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/4/2006)Imbauan ini, menurut Fahmi, sebenarnya bukan merupakan sesuatu hal yang baru. "Hal yang sama sudah pernah diserukan dalam bentuk Keppres untuk penghematan listrik, khususnya di kantor pemerintahan," imbuhnya.Fahmi juga meyakini penghematan BBM akan memberi dampak yang proporsional untuk industri. Namun menurut politisi Golkar ini, industri sudah waktunya menghemat dan mendiversifikasi energi. Untuk audit energi, Fahmi memilih menyerahkannya kepada masing-masing pengusaha. "Karena mereka yang lebih tahu. Masak kita yang instruksikan," tandasnya.
(qom/)











































