ADVERTISEMENT

Ahok dan Polemik Borok BUMN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 21:00 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pernyataan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai borok BUMN menimbulkan polemik. Ahok bahkan sampai disindir oleh Staf Khusus BUMN Arya Sinulingga.

Arya menyindir Ahok agar sebagai komisaris utama jangan merasa menjadi direktur utama. Apa yang disampaikan Ahok juga menurutnya sudah diperhatikan oleh Kementerian BUMN.

Meski begitu, apa yang dilakukan Ahok justru dibela aktivis hukum dan HAM Haris Azhar. Dia berpendapat sebetulnya apa yang dilakukan Ahok sudah benar. Dia mengatakan tugas komisaris memang mengawasi apa yang salah pada perusahaan.

"Kritik Ahok dalam situasi ini, menurut saya bukan soal jabatan komisaris maupun dirut. Kalau Dirut Pertamina terjebak dan terkunci oleh Menteri BUMN, saya pikir itu tugasnya komisaris. Sudah benar apa yang Ahok bicarakan," ujar Haris dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Atas komentar yang dilontarkan Arya, Haris melihat hal itu mengindikasikan gaya pemerintah saat ini yang sulit menerima masukan atau fakta-fakta yang ada di lapangan.

Dia bilang kalau gaya seperti ini tetap dilanjutkan maka akan terus menimbulkan gelombang kritik. Bahkan dari dalam lingkungan pemerintah sendiri.

"Gaya rezim ini, cepat atau lambat akan memunculkan protes dan kritik dari banyak pihak, termasuk dari dalam lingkungan pemerintahan sendiri," ujar Haris.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT