Kapolda Tidak Bisa Kawal Investasi di Daerah, Jokowi: Ganti!

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 13:29 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Polri ikut mengawal seluruh kegiatan yang berhubungan dengan investasi. Dia menegaskan, investasi merupakan motor penggerak dari pemulihan serta pertumbuhan ekonomi.

Jika Polri tidak dapat mendampingi kegiatan yang berhubungan dengan investasi di daerah-daerah, maka Jokowi memerintahkan Kapolri untuk mencopot atau mengganti jabatan Kapolda di wilayah tersebut.

""Jaga, sekali lagi, jaga yang namanya investasi. Investasi yang sudah ada, investasi yang baru berproses maupun investasi yang baru datang, jaga. Saya sudah titip juga ke Kapolri. Kapolda yang tidak bisa menjaga, sama, diperingatkan, kalau memang sulit, nggak bisa mengawal, nggak bisa menyelesaikan, yang berkaitan dengan agenda besar negara kita, ya maaf. Saya memang nggak bisa ngomong keras, ngomong... tapi udah... nggak bisa dia, ganti," kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden RI Kepada Kepala Kesatuan Wilayah dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

Seperti diketahui, Jokowi sudah menargetkan investasi pada tahun ini mencapai Rp 900 triliun dan pada kuartal III-2021 target yang tercapai sudah Rp 659 triliun. Adapun pada tahun 2022, pihaknya menargetkan investasi yang didapatkan sebesar Rp 1.200 triliun.

Jokowi menjelaskan, kunci pemulihan serta pertumbuhan ekonomi bukanlah dari APBN saja. Kontribusi terbesarnya justru berasal dari investasi. Oleh sebab itu ia menitipkan pengawalan investasi kepada Polri dan jajarannya.

"Saya hanya ingin titip jajaran Polri dari pusat sampai daerah, kawal dan jaga betul yang namanya investasi. Karena kunci kita disini (investasi), bukan di APBN. Supaya tahu APBN itu hanya mempengaruhi kurang lebih 15-18% dari pertumbuhan ekonomi yang kita miliki, jangan keliru. Artinya 85% perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi itu ada di swasta dan BUMN," jelasnya.

"Jadi kalau ada yang ganggu di daerah-daerah urusan investasi, kawal dan dampingi agar setiap investasi bisa betul-betul direalialisasikan karena kunci penggerak ekonomi itu ada di situ," sambungnya.

Lanjut halaman berikutnya.