Karyawan Garuda Surati Kapolri Karena Jadi Tersangka Urusan Gaji, Apa Isinya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 18:46 WIB
Garuda Cut 700 Karyawan Kontrak
Foto: Ilustrasi Karyawan Garuda (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Eka Wirahjana yang mengaku pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Cabang Denpasar mengirim surat ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memohon perlindungan hukum atas penetapan statusnya sebagai tersangka. Surat itu tertanggal 1 Desember 2021.

Seperti dikutip detikcom, Jumat (3/12/2021), Eka bercerita pada 5 Oktober 2021 lalu diminta hadir untuk dimintai keterangan keterangan sebagai ahli di Polres Bandara Soetta untuk dugaan tindak pindana transfer dana. Pelapor adalah kuasa hukum Garuda Indonesia Fernando Lumban Gaol.

"Dihadapan penyidik, telah saya jelaskan bahwa hak yang dimaksud dalam bunyi pasal yang didugakan, bukan hak yang masih dalam perselisihan," katanya.

Mundur ke belakang, akar masalah ini berawal dari persoalan pembayaran rapelan gaji periode 2010-2013. Besaran gaji per bulannya sudah ada kesepakatan namun untuk nilai rapelnya belum ada di berita acara kesepakatan.

Tiga bulan kemudian yakni Maret 2014, pelapor mentransfer uang berdasarkan hitungannya ke rekening Eka dan mentransfer dalam jumlah yang sama pada April 2014. Enam hari berselang, pelapor menyatakan telah keliru mentransfer untuk bulan April 2014 dan meminta Eka untuk mengembalikannya.

"Sementara itu, besaran rapel menurut hitungan saya berikut denda keterlambatan pembayaran pelapor terhadap rapel gaji saya, sesuai pasal di peraturan pemerintah, bahkan telah melampaui jumlah 2x yang ditransfer pelapor dan saya sudah berulang kali mengajak pelapor duduk bersama untuk mendapatkan kesepakatan tentang besaran nilai rapelan gaji saya agar terdapat kepastian apakah telah terjadi lebih bayar ataukah kurang bayar, yang jika lebih, saya kembalikan dan jika kurang agar pelapor harus bayarkan kekurangannya, namun ajakan tersebut tidak digubris sampai tahunan berlalu dan saya sendiripun menjadi lupa ada hal ini," paparnya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Buka halaman berikutnya.

Simak juga Video: Blak-blakan Irfan Setiaputra: Optimis Garuda Tak Bangkrut

[Gambas:Video 20detik]