Antam Jual Emas Rp 17 Triliun hingga September 2021

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 05 Des 2021 09:37 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (18/1) berada pada posisi Rp 944.000 per gram atau turun Rp4.000 dari perdagangan akhir pekan lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mencatatkan kenaikan penjualan bersih hingga 47% per September 2021. Kinerja penjualan Antam tercatat sebesar Rp 26,48 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Anton Herdianto menyampaikan Antam berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri. Memang, sejauh ini komoditas emas yang di jual di dalam negeri menjadi kontributor terbesar pada kinerja penjualan Antam.

Kontribusi pasar domestik pada penjualan Antam mencapai 78% atau sekitar Rp 20,59 triliun dari total penjualan. Komoditas emas menyumbang Rp 17,67 triliun atau sekitar 67% dari jumlah tersebut.

"Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik," kata Anton dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/12/2021).

Untuk penjualan komoditas emas Antam tercatat mencapai 19.871 kg, jumlahnya meningkat 34% dari capaian penjualan pasa waktu yang sama di 2020 sebesar 14.876 kg. Sementara itu, Antam mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.162 kg.

Selanjutnya penjualan terbesar Antam di pasar domestik adalah komoditas feronikel yang mencatatkan penjualan sebesar Rp 4,34 triliun atau sekitar 16%, bijih nikel sebesar Rp 3,25 triliun atau sekitar 12%, serta komoditas bauksit dan alumina sebesar Rp 959,24 miliar sekitar 4%.

Penjualan nikel Antam juga mulai mencatatkan pencapaian kinerja yang positif pada 9 bulan pertama tahun ini. Volume produksi feronikel Antam tercatat sebesar 19.097 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 18.880 TNi.

Sementara itu, sampai September ini volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel Antam dan penjualan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 8,30 juta wet metric ton (wmt). Meningkat signifikan 190% dibandingkan capaian produksi tahun lalu sebesar 2,86 juta wmt.

Sedangkan volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik sampai September mencapai 5,76 juta wmt, tumbuh signifikan 376% dibandingkan capaian penjualan pada tahun sebelumnya sebesar 1,21 juta wmt.

"Antam juga berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri dengan tetap mengedepankan aspek konservasi cadangan dan sumberdaya bijih nikel Antam," kata Anton.



Simak Video "Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp 913.000/Gram"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)