RI-Rusia Sepakati Trading House
Jumat, 28 Apr 2006 14:13 WIB
Jakarta - Indonesia-Rusia sepakat mendirikan trading house yang berlokasi di tiap negara sebagai lembaga yang menampung bisnis antara keduanya. Untuk itu, kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Juamt (28/4/2006). Dalam kesempatan tersebut, pihak Rusia diwakili oleh presdir perusahaan importir rotan Olimar yakni Andrey Zubkov. Sedangkan Indonesia diwakili oleh Presdir PT Sarana Fajar Bersama, Suryo Susilo.Dubes RI untuk Rusia, Susanto Pudjomartono mengatakan, Rusia saat ini tengah menjajaki peluang bisnis dan investasi di Indonesia. Negara tersebut kini tengah menikmati windfall profit dari booming lonjakan harga minyak. Rusia sendiri termasuk salah satu produsen minyak terbesar dunia dengan tingkat produksi mencapai 9,9 juta barel per hari.Dari lonjakan harga minyak itu, Rusia kini memiliki dana stabilisasi US$ 52 miliar. "Bahkan mereka mau melunasi semua utangnya di Paris Club," ungkap Susanto. Sementara cadangan devisanya mencapai US$ 300-400 miliar. Indonesia berharap, limpahan dana Rusia itu bisa masuk ke Indonesia. Rencananya, Indonesia dan Rusia juga akan menjalin kerjasama teknik militer untuk alat utama sistem pertahanan (alusista) dengan dana yang disiapkan sekitar US$ 1 miliar. Indonesia akan membeli 6 jet Sukhoi dengan dana kredit ekspor impor Rusia.Skema kredit alusista ini berupa pinjaman lunak dengan bunga 2-3 persen per tahun dan jangka waktu 15-20 tahun. "Mereka hanya minta jaminan dari pemerintah. Ini yang belum ada keputusannya," ujar Dubes Rusia Mikhael Belly.Ia menambahkan, potensi investasi di Indonesia cukup baik. "Kami ingin hubungan Indonesia-Rusia bukan hanya perdagangan, tapi juga kemitraaan. Volume perdagangan kita juga masih jauh di bawah kemampuan potensi kita," ujarnya.
(qom/)











































