Libur Nataru Masih Lama, Harga Cabai Sudah 'Curi Start' Naik

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 11:18 WIB
Harga cabai kriting di Pandeglang capai Rp 40 ribu/Kg
Foto: Rifat Alhamidi
Jakarta -

Masa libur natal dan tahun baru 2022 tinggal menghitung hari. Di momen ini, biasanya harga pangan menjadi sorotan publik karena kerap naik. Pedagang pun was-was dengan tren kenaikan sejumlah bahan pangan.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan tren kenaikan sudah terjadi sejak Minggu lalu. Beberapa bahan pangan sudah mengalami kenaikan mulai dari minyak goreng, cabai rawit, daging sapi, ayam, hingga bawang merah.

"Cabai rawit ini sudah tembus Rp 66.000-67.000/ kilogram dari sebelumnya hanya Rp 50.000an. Kenaikan cabai rawit ini bisa Rp 10.000 per harinya. Kalau cabai merah besar sudah di angka Rp 54.000-55.000/kg sebelumnya Rp 33.000 di minggu lalu," jelas Abdullah kepada detikcom, Senin (6/12/2021).

Selain cabai, tren kenaikan juga terjadi di sejumlah komoditas, misalnya bawang merah dari Rp 25.000-26.000/kg menjadi Rp 29.000/kg. "Bawang merah ini biasanya sepaket dengan cabai," tuturnya.

Lalu, ayam dan daging sapi juga sudah mengalami kenaikan. Untuk ayam kini dari Rp 37.000/ekor menjadi Rp 38.000/ekor. Daging sapi, normalnya Rp 125.000/kg kini sudah Rp 133.000/kg.

"Daging ini yang sangat rentan setiap tahunnya menjelang natal dan tahun baru dan setelah tahun baru pasti bermasalah. Entah daging habis stoknya. Jadi sangat kemungkinan naik. Saya nggak berani menyampaikan prediksinya (harga)," ungkapnya.

Menurut Abdullah, faktor kenaikan harga pangan memang biasanya karena permintaan tinggi jelang natal dan tahun baru. Tetapi, saat ini dominan faktornya karena cuaca yang buruk di banyak wilayah produksi.

"Maka ini jadi pertanyaan bagaimana kesiapan pemerintah mengawal produksi petani seperti apa. Misalnya cabai ini selalu masuk ke fase tinggi, harusnya ada pemetaan di mana wilayah produksi besarnya, di Jember, di Lumajang aman nggak? Kalau nggak ambil di Sumatera, Kalimantan," ungkapnya.

Pemetaan produksi itu dianggap penting, agar kenaikan harga pangan tidak berlarut-larut di pasar. Ia juga mengungkap dampak Gunung Semeru erupsi juga bisa menjadi dampak tambahan bagi komoditas cabai.

"Yang saya tahu produksi di Lumajang dekat Gunung Semeru lebih banyak cabai keriting ya. Kalau sekarang faktornya cuaca, apalagi ditambah efek Gunung Semeru," tutupnya.



Simak Video "Harga Cabai di Cimahi Kian 'Pedas' Jelang Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)