Usulan Bappenas Nggak Nyambung

Soal Pembatasan BBM

Usulan Bappenas Nggak Nyambung

- detikFinance
Jumat, 28 Apr 2006 15:09 WIB
Jakarta - Usulan Bappenas tentang pembatasan konsumsi BBM untuk mobil berkapasitas besar bak Jaka Sembung bawa golok alias nggak nyambung bo...Kebijakan itu dipandang tidak sesuai dengan kondisi dan akan mencuatkan sesuatu yang kontraproduktif."Usulan Bappenas itu tidak nyambung, belum didasarkan atas diagnosis terhadap permasalahan yang dihadapi. Itu solusi pragmatik, enak diatas kertas tapi sama sekali tidak membantu mengatasi masalah di lapangan, bahkan bisa kontraproduktif," ujar pengamat ekonomi UGM Revrisond Baswir.Hal itu disampaikan oleh pria yang biasa Sony itu usai diskusi dengan Forkem di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (28/4/2006).Menurut Sony, kebijakan yang diambil pemerintah sering kontraprodukstif dengan fakta di lapangan. Ia pun mencontohkan kenaikan BBM Oktober lalu, yang diharapkan punya efek positif, ternyata selama tiga bulan pertama 2006 justru membuat investasi asing turun drastis."Faktanya, competitive advantage Indonesia adalah BBM murah. Nah BBM mahal semua terpacu jadi mahal, buruh mahal, transportasi mahal, artinya biaya investasi di sini jadi mahal, lalu gimana?" ujarnya.Pemerintah sebaiknya memikirkan bagamaimana menyelesaikan kemacetan yang menjadi biang kerok borosnya konsumsi BBM dalam negeri khusussnya di ibukota Jakarta."(Wilayah pembatasan konsumsi) harus diperjelas, intinya adalah bagaimana pemda DKI dengan sungguh-sungguh mengatasi masalah transportasi di Jakarta, ini spesifiknya harus dikerjakan, dan pemborosan ini berlangsung tiap hari," katanya."Mengatasi kemacetan apakah melalui pembangunan subway, MRT atau segala macam, atau dengan cara terbalik dengan menggeser aktifitas ekonomi ke luar Jakarta," tambahnya.Lebih lanjut Soni menambahkan, dengan naiknya harga minyak sebenarnya pemerintah mendapat surplus dari penerimaan migas. Artinya, windfall profit yang diperoleh pemerintah."Dengan harga minyak dunia di pasaran naik lagi, yang perlu dipikirkan kalau mau menghemat belanja devisa impor BBM, yang perlu dipikirkan adalah jangan mau mengurangi subsidi lagi, karena itu tidak ada sangkut pautnya, tapi kita harus lebih spesifik targetnya," tandas Sony. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads