Jalan Makin Macet, Potensi Pasar Taksi Terbang Ditaksir Tembus Rp 1.500 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 11:29 WIB
Taksi Terbang EHang 216 seharga Rp 8  miliar
Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Jakarta -

Semakin macetnya jalanan di kota-kota besar, kendaraan terbang diperkirakan semakin menarik untuk mobilitas sehari-hari. Pasar transportasi terbang diperkirakan bisa bernilai miliaran dolar.

Menurut Allied Market Research, potensi transportasi terbang bisa mencapai US$ 17 miliar atau setara Rp 244,8 triliun (kurs Rp 14.400) di tahun 2025 dan US$ 110 miliar pada 2035 atau setara Rp 1.584 triliun.

Direktur Asia Pasifik di Wisk, Anna Kominik mengatakan ke depan memang manusia tidak bisa terus mengandalkan transportasi darat. Mengingat saat ini, jalan di kota sudah sangat padat dan macet.

"Kami tidak dapat terus menggunakan transportasi darat; mobilitas 3D sangat penting," Anna Kominik, dikutip dari Reuters Selasa (7/12/2021).

Wisk sendiri merupakan perusahaan yang menciptakan transportasi terbang untuk kegiatan sehari-hari, seperti taksi udara yang disebut-sebut menjadi pesawat listrik. Perusahaan juga sudah bekerja sama dengan salah satu produsen pesawat yaitu Boeing.

Pihaknya pun sudah menguji coba pesawat listrik Cora. Uji coba ini dilakukan di pangkalannya di Tekapo, Selandia Baru, selama empat tahun.

Tidak hanya itu, Wisk bekerja sama dengan regulator, termasuk Administrasi Penerbangan Federal AS untuk mendapatkan persetujuan penggunaan umum taksi udara. Nantinya, taksi udara ini bisa membawa dua penumpang hingga 100 kilometer (62 mil) dengan kecepatan hingga 150 km/jam (93 mph).

Namun, hingga saat ini Wisk masih enggan memberikan jadwal kapan taksi udara itu bisa didistribusikan untuk umum."Kami tidak berharap kami akan menjadi yang pertama ke pasar, kami berharap menjadi yang terbaik," kata Anna Kominik.

Selain Wisk, ada juga PAL-V asal Belanda, yaitu produsen kendaraan terbang yang bisa terbang rendah dengan ketinggian 1 kaki. Kendaraan itu memiliki kecepatan maksimum 180 km/jam dan jangkauan terbang 400 km, dan sudah menerima persetujuan untuk digunakan di jalan-jalan Eropa tahun ini.

Kepala eksekutif PAL-V International, Robert Dingemanse, mengatakan kan PAL-V akan didistribusikan secara luas pada 2023 setelah ada masa percobaan dan pelatihan yang lebih dalam. Ia mengklaim ada 15 negara yang sudah memesan dan membayar uang muka.

(zlf/zlf)