Deretan Bandara Sepi di Era Jokowi, Ada yang Jadi Beban BUMN

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 12:21 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati saat ini masih menghadapi sepinya penumpang.
Foto: Rachman Haryanto

2. Bandara JB Soedirman Purbalingga

Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah dikabarkan tidak melayani penerbangan sejak akhir September 2021. Padahal bandara ini jauh lebih muda jika dibandingkan dengan Bandara International Yogyakarta (YIA) yaitu baru diresmikan pada Juni 2021 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maskapai Citilink Indonesia pun sempat mengkonfirmasi mengenai keputusan berhenti beroperasi sementara.

Akan tetapi, berdasarkan catatan detikcom pada Oktober 2021, maskapai Citilink kembali memastikan bahwa mereka tetap melayani penerbangan dari dan menuju Bandara JB Soedirman.

"Kami telah memberikan komitmen langsung kepada Bupati Purbalingga, bahwa per 25 November dan seterusnya kami akan terbang kembali dengan schedule yang sama yakni Kamis dan Sabtu," kata Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, Kamis (28/10) lalu.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Bandara JB Soedirman dibangun di atas lahan seluas 115 hektar oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 231 miliar.

3. Bandara Kertajati

Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka mati suri selama pandemi. Bandara tersebut diresmikan pada 2018 lalu dan memang belum menarik banyak penumpang. Pembangunannya sendiri menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun.

Direktur Utama Bandara Internasional Kertajati, Salahuddin Rafi mengatakan, kondisi bandara memang sepi karena belum bangkitnya permintaan penerbangan di Indonesia.

"Kondisi bandara masih sama, belum ramai, kebangkitan transportasi udara memang belum normal. Pada dasarnya kami operasi tetap. Airline semua siap, pesawat siap," ungkap Rafi kepada detikcom, Minggu (12/9) lalu.

Bahkan, dia mengatakan, Bandara Kertajati mau disulap menjadi bengkel pesawat. Rencana ini bukan main-main, keputusan untuk mengubah yang asalnya bandara menjadi bengkel pesawat harus dibawa ke tingkat rapat terbatas presiden dengan menterinya.

Di sisi lain, untuk menjawab tudingan akses yang kurang mumpuni, pemerintah mempercepat penggunaan akses tol Bandara Kertajati yang dibangun sepanjang 3,3 km. Rencananya ruas tol ini akan menghubungkan bandara dengan tol Cikopo-Palimanan (Cipali).


(fdl/fdl)