ADVERTISEMENT

Deretan Bandara Sepi di Era Jokowi, Ada yang Jadi Beban BUMN

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 12:21 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati saat ini masih menghadapi sepinya penumpang.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Sejumlah bandara di Indonesia sepi penumpang. Yang terbaru ialah bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Bandara itu sepi karena imbas dari pandemi, hingga membuat pihak operator yakni PT Angkasa Pura I terbelit utang.

Wakil Menteri BUMN (Wamen BUMN) Kartika Wirjoatmodjo bahkan mengatakan, bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi beban perusahaan.

"Memang AP I sekarang tekanannya berat sekali, kondisi keuangan mereka ini sekarang utangnya mencapai Rp 35 triliun. Dan kalau kita rate, loss-nya bulanan mereka Rp 200 miliar itu mereka setelah pandemi utangnya bisa Rp 38 triliun," kata Tiko, sapaan akrabnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/12) lalu.

"Ini kami sedang terus lakukan rasionalisasi-rasionalisasi supaya bisa efisiensi dan memang beban mereka berat sekali karena bandara baru. Ini sebagai komparasi Bandara Kualanamu ini profitable dan udah cukup berumur dan seperti Yogyakarta ini beban berat sekali karena Yogyakarta (pembangunannya) Rp 12 triliun dan begitu dibuka langsung COVID-19," sambungnya.

Selain karena pandemi, ada juga beberapa bandara yang memang sepi karena lokasinya dinilai kurang strategis. Berikut bandara-bandara sepi di Indonesia selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

1. Bandara YIA

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menambah daftar bandara baru yang sepi penumpang. Bandara ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Agustus 2020 lalu dan dikelola oleh PT Angkasa Pura I.

Pembangunan bandara baru ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 12 triliun. Tepatnya Rp 11,3 triliun dengan rincian Rp 4,2 triliun untuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik sekitar Rp 7,1 triliun. Sedangkan saat pertama kali dibuka masih dalam keadaan pandemi COVID-19.

PTS General Manager YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan, Bandara YIA di Kulon Progo telah merugi selama pandemi COVID-19. Pengelola bandara bahkan melakukan pengurangan pegawai untuk menekan kerugian.

"Kemampuan untuk menjalankan operasional YIA terhambat pandemi COVID-19 sehingga mengalami kerugian yang cukup besar. Bisa dibayangkan dari target 10 juta penumpang per tahun, pada 2021 kami hanya bisa dapat 980.000 saja atau sekitar 10% dari target," katanya.

Imbasnya pengelola YIA harus mengurangi 50% biaya operasional pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya anggaran operasional YIA dari Angkasa Pura I dipangkas yang awalnya Rp 300 miliar per tahun menjadi Rp 156 miliar.

Bandara apalagi yang sepi? klik halaman berikutnya.

Simak Video: Terdampak Pandemi, Pengelola Bandara YIA Minta Diskon Pajak

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT