Riset: Harta Orang-orang Kaya Melonjak Tajam Selama Pandemi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 09:20 WIB
Inilah cerita tentang kehidupan di Ibu Kota Jakarta yang sangat kontras dan tergambar jelas akan ketimpangan antara si kaya dan miskin lewat visualisasi ini.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang sangat besar di sendi-sendi perekonomian di seluruh dunia. Hal ini khususnya berdampak pada pendapatan dan pengeluaran masyarakat global.

Meski demikian, belum lama ini World Inequality Lab yang berbasis di Paris telah menerbitkan sebuah laporan studi besar tentang ketidaksetaraan. Berdasarkan laporan tersebut, harta yang dimiliki oleh orang-orang terkaya di dunia tercatat melonjak selama pandemi Covid.

Melansir BBC, Rabu (8/12/2021), berdasarkan laporan tersebut, dikatakan bahwa selama tahun 2020 tercatat adanya peningkatan paling tajam dalam jumlah harta kekayaan para miliarder dunia ini. Sementara itu, 100 juta orang lainnya tenggelam dalam kemiskinan ekstrem.

Sedangkan untuk sekarang ini, dikatakan bahwa 10% terkaya dari populasi saat ini memiliki 52% dari pendapatan global. Sementara itu setengah termiskin hanya mengambil 8% dari pendapatan global.

"Peningkatan ini diperburuk selama pandemi Covid. Faktanya, 2020 menandai peningkatan paling tajam dalam catatan kekayaan miliarder global," kata laporan itu.

Dengan adanya ketimpangan ini, masyarakat di dunia semakin terpolarisasi di mana yang kaya malah makin kaya, sedangkan yang miskin malah tambah miskin.

"Setelah lebih dari 18 bulan Covid-19, dunia bahkan lebih terpolarisasi," kata Lucas Chancel, co-director World Inequality Lab.

"Sementara kekayaan miliarder naik lebih dari €3,6 triliun (Rp 57.960 triliun bila dihitung dengan kurs Rp 16.100/euro), 100 juta lebih banyak orang bergabung dengan barisan kemiskinan ekstrem," kata Chancel.

Lihat juga video 'Banyak Orang Tajir Jual Rumah di Pondok Indah-Menteng':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)