Kompak dengan Pemerintah, Pengusaha Ramal Ekonomi Tumbuh 5% di 2022

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 09 Des 2021 12:26 WIB
Sidang lanjutan dengan terdakwa Jumhur Hidayat kembali digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021). Sidang menghadirkan saksi Ketua Apindo Hariyadi B. Sukamdani.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4-5% di 2022, beda-beda tipis dengan target pemerintah di angka 5,2%.

"Kami memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 adalah antara 4% sampai dengan 5%," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers, Kamis (9/12/2021).

Mengenai proyek pertumbuhan ekonomi, pihaknya melihat pemulihan ekonomi yang mulai membaik secara bertahap dan cukup konsisten di tahun 2021. Hal itu menurutnya dipengaruhi oleh program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional.

Faktor berikutnya adalah vaksinasi masyarakat yang berlangsung cukup baik meskipun masih tertinggal untuk daerah di luar wilayah Jawa dan Bali. Selain itu kedisiplinan terhadap protokol kesehatan juga mulai tumbuh. Namun perlu diwaspadai adalah kemunculan virus Corona varian baru, yaitu Omicron.

"Intinya prokesnya juga mulai bagus di masyarakat tapi memang juga mengandung kerawanan adanya varian baru COVID-19. Walaupun yang kita ketahui bersama bahwa varian baru Omicron ini fatality rate atau tingkat kematiannya relatif rendah untuk populasi yang sudah mendapatkan vaksin," jelasnya.

Proyeksi atas pertumbuhan ekonomi 4-5% di 2022 juga dipengaruhi faktor Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan peraturan turunannya yang sudah diimplementasikan.

"Walaupun kemarin kita mengalami kondisi yang cukup surprise dengan keputusan Mahkamah Konstitusi, tapi kami melihat dalam perjalanan beberapa waktu terakhir bahwa pemahaman tentang yang diputuskan oleh MK adalah prosedur formilnya untuk membentuk undang-undang, dan tidak mengubah materi, itu kelihatannya sudah bisa diterima oleh semua pihak," tutur Hariyadi.

Pihaknya juga berpendapat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam mengendalikan pandemi, mengawal protokol kesehatan, dan mendorong vaksinasi sudah cukup baik, demikian pula dengan kebijakan rem dan gas.

"Jadi pada saat situasi memang harus membutuhkan pengetatan diketatkan, tapi pada saat momentum bisa dilonggarkan itu dilonggarkan," tambahnya.

Simak juga video 'Jokowi Akan Bangun Green Industrial Park Terbesar di Dunia Bulan Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/das)