Terpopuler Sepekan

Geger Warganet #BoikotJNE Gegara Iklan Loker Singgung Agama

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2021 16:00 WIB
Pelayanan pengiriman logistik di tengah pandemi dan akhir tahun meningkat 85 persen. Hal itu terjadi seiring beralihnya masyarakat membeli produk e-commerce.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Layanan pengiriman barang, JNE sempat menjadi gunjingan di media sosial. Tagar boikot JNE ramai digunakan karena menyoroti brosur lowongan kerja perusahaan yang mengandung isu suku agama dan ras atau SARA.

Dikutip detikcom dari brosur yang beredar di media sosial, Dalam persyaratan lamaran kerja tersebut, tertulis diwajibkan beragama Islam.

Netizen pun geram dan banyak yang membagikan tangkapan pedas atas syarat lowongan tersebut.

"JNE masih belum bertobat ya .... ini yg di daerah Tamiang Layang, Kalteng," tutur salah satu pengguna Facebook.

Lalu, di Twitter ada sejumlah postingan soal kontroversi lowongan kerja JNE yang mendapatkan komentar hingga ratusan, seperti yang di-posting oleh @filosofi***.

"#BoikotJNE," tulisnya di Twitter sambil membagikan tangkapan layar lowongan kerja JNE. Postingannya sudah menerima komentar sebanyak 365 kali, di-retweet 366 kali, dan disukai oleh 1.144 pengguna Twitter.

JNE pun memberikan klarifikasi, pihaknya menjelaskan lowongan itu dari perusahaan mintra kerjanya yakni CV. Bangun Banua Lestari. Pihaknya pun menegaskan lowongan pekerjaan itu melanggar SPO perusahaan.

Hingga akhirnya JNE menindak tegas dan memutus hubungan kerja dengan mitranya tersebut. Selain itu JNE juga memecat karaywan yang menjadi oknum dalam penerbitan lowongan kerja tersebut.

"Kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap SOP dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan, oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra," demikian pernyataan resmi JNE.

"Kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," sambungnya.

(eds/eds)