Transaksi e-Commerce Tahun Depan Diprediksi Tembus Rp 530 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 11 Des 2021 20:02 WIB
Ilustrasi belanja online
Ilustrasi belanja online/Foto: GettyImages
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan transaksi e-commerce bisa melonjak hingga Rp 530 triliun tahun depan. Perkiraan itu naik dari perkiraan tahun ini sekitar Rp 403 triliun.

"Financial economic, payment sistem apalagi e-commerce tahun depan sekitar Rp 530 triliun, tahun ini Rp 403 triliun. We are faster growing," katanya dalam acara Indonesia Fintech Summit 2021, Sabtu (11/12/2021).

Melihat potensi yang besar maka ada empat hal yang akan digenjot untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Perry mengatakan, yang pertama soal infrastruktur transportasi logistik untuk konektivitas investasi di bidang infrastruktur digital.

Kedua, harus mengkoneksikan ekosistem digital. Mulai dari financial technology (fintech), e-commerce, dan digital banking. Perry menekankan karena untuk meningkatkan ekonomi digital ketiga itu harus terkoneksi satu sama lain.

"Fintech itu tidak bisa berkembang sendirian, butuh kolaborasi dengan digital banking. Tetapi Fintech juga tidak bisa tanpa e-commerce. Visi kami untuk mengkonektivitaskan ekosistem digital banking, Fintech, dan e-commerce," ungkapnya.

"Ketiga tahun ini bank sentral sudah melakukan reformasi di bidang sistem pembayaran," ujarnya.

Keempat, Perry menekankan literasi digital yang penting bagi masyarakat, mulai dari perlu mengetahui produk dan risiko keuangan digital.

"Untuk menggunakan itu (keuangan digital) mudah. Tetapi mengetahui produk dan risiko keuangan digital itu sangat penting," tutupnya.

Simak juga Video: Tokopedia: E-commerce Favorit Belanja Produk Lokal

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)