Jokowi Cerita Dapat Bisikan soal Metaverse dari Mark Zuckerberg Sejak 2016

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 11:58 WIB
JAKARTA, INDONESIA - OCTOBER 13:  Indonesian President-elect Joko Widodo (L) with Facebook founder Mark Zuckerberg (R) at Tanah Abang Market the biggest textile market in South East Asia after meeting on October 13, 2014 in Jakarta, Indonesia. Mark Zukerberg is visiting Indonesia to attend Internet developers summit and meet heads of goverment. Indonesia is a country that has a population of 240 million and has approximately 60 million active users of social media  (Photo by Oscar Siagian/Getty Images)
Jokowi dan Mark Zuckerberg
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki cerita khusus saat bertemu pendiri Facebook (Meta), Mark Zuckerberg pada 2016. Jokowi mengungkap kala itu Zuckerberg memberitahunya kalau 10-15 tahun lagi semua akan serba virtual, mulai dari membeli lahan, berbisnis hingga berwisata.

Ia mengaku sudah mendapat bisikan soal metaverse dari Bos Facebook tersebut sejak 2016.

"Saya ingat pada 2016 waktu bertemu Mark Zuckerberg di Amerika, saya diajak main pingpong pakai oculus, 'Presiden Jokowi 10-15 tahun lagi akan muncul seperti kita main ping-pong ini. Setiap orang bisa beli lahan virtual, bangun bisnis vitalnya sendiri, dan juga akan ada mal virtual, gym virtual, kantor virtual, wisata virtual.' Saya waktu itu belum bisa membayangkan seperti apa itu," ungkap Jokowi dalam pembukaan Akselerasi Generasi Digital, dikutip YouTube Kementerian BUMN, Rabu (15/12/2021).

Menurutnya, saat ini perusahaan di dunia sedang berlomba-lomba untuk membangun metaverse. Untuk itulah Jokowi mendorong Indonesia juga bisa membangun digitalisasi di masyarakatnya.

"Saya meminta perusahaan-perusahaan teknologi agar mau ditempati untuk magang mahasiswa-mahasiswa kita, anak-anak kita. mindset digitalnya ada, skill digitalnya ada, sehingga terbentuk culture digital di negara kita," ujarnya.

Jokowi pun juga sudah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membangun dan mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk mengejar percepatan digitalisasi negara lain.

"Kita kejar, begitu tidak bisa melangkah dan mengejar itu kita akan semakin jauh. Padahal kesempatan dan peluang opportunity itu ada, ekonomi digital kita tumbuh kalau infrastruktur siap, talenta digital ada, pemerintah digital siap, regulasi digital siap," tutupnya.

Lihat juga video 'Luhut: RI Beruntung, Investasi Besar Tetap Masuk Meski Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)