Dana PEN Dipastikan Tak Habis 100%, Paling Mentok Cuma 90%

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 13:36 WIB
Ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Squirescape
Jakarta -

Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 dipastikan sampai akhir tahun tidak akan terserap 100%. Realisasi hingga 10 Desember 2021, baru mencapai Rp 519,69 triliun atau 69,8% dari pagu Rp 744,77 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan terus menggenjot realisasi dana PEN. Dia memproyeksi serapannya hingga akhir tahun akan melonjak jadi 90,4% dari pagu.

"Stimulus PEN tahun ini diperkirakan 90,4%, realisasi prognosanya yaitu Rp 673,2 (triliun), memang akan ada sisa anggaran seperti kemarin Bu Menteri Keuangan sudah berkomunikasi," kata Airlangga dalam acara 'Working Lunch B20, Outlook Ekonomi Indonesia 2022', Rabu (15/12/2021).

Berdasarkan bahan paparannya, terlihat realisasi anggaran per 10 Desember di bidang kesehatan sebesar Rp 143,29 triliun atau 66,7% dari pagu senilai Rp 214,96 triliun. Lalu klaster perlindungan sosial mencapai Rp 152,18 triliun atau 81,5% dari pagu Rp 186,64 triliun.

Selanjutnya klaster program prioritas tercatat telah menyerap anggaran Rp 83,64 triliun atau 70,9% dari pagu Rp 117,94 triliun, sementara anggaran klaster dukungan UMKM dan koperasi tercatat sebesar Rp 77,73 triliun atau 47,9% dari pagu Rp 162,4 triliun.

Sementara untuk tahun depan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 414,1 triliun dalam program PEN 2022. Alokasi dana itu dibagi ke dalam tiga klaster yakni bidang kesehatan Rp 117,9 triliun, bidang perlindungan masyarakat Rp 154,8 triliun dan bidang penguatan pemulihan ekonomi Rp 141,4 triliun.

"Kita berharap bisa bertransformasi lebih cepat di 2022 tentu dengan subjek Omicron seperti yang disampaikan oleh para ahli dan di Afrika Selatan yang diharapkan tidak terlalu mempunyai efek yang mematikan. Salah satu rekomendasi kita melakukan vaksinasi ketiga sesuai arahan Presiden di Januari ini diharapkan sudah bisa dimulai," tandasnya.

Lihat juga Video: Menparekraf Sandi Uno Sebut Program PEN Film Gairahkan Industri

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)