Gara-gara Omicron Masuk RI, Harga Emas Bisa Melejit Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 16 Des 2021 16:51 WIB
Petugas menunjukan emas imitasi di gerai Antam di kawasan Jakarta Pusat, Senin (18/1/2021). Hari ini saham ANTM turun cukup dalam hingga 6,73%.
Emas Antam Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Kasus pertama COVID-19 varian Omicron sudah masuk ke Indonesia dan ditemukan di Wisma Atlet. Memang, sebelumnya, varian Omicron ini menggegerkan banyak negara karena penyebarannya yang cepat.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan Omicron ini juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas dunia.

Tapi tak cuma Omicron saja, ada beberapa indikator lain yang juga mempengaruhi harga emas. Misalnya, rencana tapering Bank Sentral Amerika Serikat (AS) juga turut mempengaruhi harga emas.

"Karena pembahasan tapering semalam di bank sentral AS, turut mengerek harga emas yang kembali mengalami kenaikan," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (16/12/2021).

Ibrahim mengungkapkan, saat ini harga emas sudah berada di kisaran US$ 1.785 per ons. Kemungkinan besar bisa naik ke level US$ 1.790.

Omicron memang menyumbang sentimen untuk harga emas. Karena penyebaran yang cepat membuat pasar mengalami kepanikan dan menjadi tempat parkir aset baru yang lebih aman.

Namun sejauh ini, baik di dunia maupun di Indonesia sudah siap untuk menghadapi varian baru ini. Apalagi dengan adanya vaksin booster hingga antisipasi untuk penanganan yang dinilai cukup matang.

"Di Indonesia sendiri kan sudah siap untuk melawan Omicron dengan cara isolasi dan vaksinasi digencarkan," jelas dia.

Ibrahim menyebutkan tak cuma Omicron, tapi kondisi geopolitik yang memanas di Ukraina dan Rusia juga cukup mempengaruhi pergerakan di pasar. Dia memprediksi harga emas dunia akan melonjak hingga level US$ 1.850 bahkan bisa naik hingga US$ 1.923. Namun harga emas diramal akan sulit ke posisi di atas US$ 2.000.

Lihat juga video 'Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp 913.000/Gram':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)