Terendah dalam 3 Tahun
Inflasi April Tercatat 0,05%
Senin, 01 Mei 2006 14:35 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama April 2006 sebesar 0,05 persen, yang merupakan angka inflasi April yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Namun angka itu lebih tinggi dibandingkan Maret 2006 yang hanya mencatat inflasi 0,03 persen. Berdasarkan catatan BPS, angka inflasi April 2004 sebesar 0,37 persen dan April 2005 0,34 persen. Rendahnya inflasi April 2006 terutama dipicu oleh dimulainya panen raya yang menyebabkan turunnya harga beras."Beras yang biasanya menyumbang inflasi, kali ini terjadi penurunan harga sebesar 0,13 persen," ujar Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/5/2006).Sementara barang-barang lain yang biasanya menyumbang inflasi seperti cabe merah, tomat juga sudah turun harganya. "Kalau kita amati, memang beras biasanya harganya besar terhadap inflasi, sekarang malah deflasi," tambah Choiril.Dari 45 kota tercatat 22 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin 1,99 persen dan inflasi terendah di Ternate 0,13 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Gorontalo sebesar 1,71 persen, dan deflasi terkecil di Balikpapan 0,05 persen.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik (0,43%), kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar (0,42%), kelompok sandang (0,70%), kelompok kesehatan (0,58%), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,09%) dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan (0,07%). Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi 0,85 persen.Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2006 sebesar 2,03 persen, sedangkan tingkat laju inflasi year on year yakni April 2006 terhadap April 2005 sebesar 15,40 persen.Inflasi komponen inti pada bulan April 2006 sebesar 0,32 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2006 sebesar 1,96 persen, sedangkan laju inflasi inti year on year sebesar 9,43 persen.
(qom/)











































