Dana Cukai Rokok Diklaim Bantu Sejahterakan Petani Tembakau

Nada Zeitalini Arani - detikFinance
Jumat, 17 Des 2021 21:34 WIB
Bea Cukai dan Petani Tembakau
Foto: Bea Cukai
Jakarta -

Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk kesejahteraan petani tembakau. Hal itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah mengungkapkan berdasarkan PMK, DBHCHT digunakan untuk mendanai lima program. Kelima program tersebut yaitu peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan dibidang cukai, dan/atau pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Lima program yang didanai DBHCHT nantinya akan mendukung tiga aspek, yaitu kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum, dan kesehatan. Tiga aspek tersebut memiliki perbandingan alokasi 50:25:25.

"Menilik dari capaian output tahun anggaran 2020, DBHCHT telah berhasil mendanai lima program tersebut secara optimal," ujar Firman dalam keterangan tertulis, Jumat (17/12/2021).

Menurut Firman, capaian DBHCHT pada tahun 2020 telah banyak memberikan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya petani tembakau. Mulai dari memberikan bantuan bahan baku seperti alat pemotong, benih unggul, pestisida, pupuk, bantuan modal hingga pembinaan SDM.

Adapun, pada program peningkatan kualitas bahan baku ditujukan untuk mendukung petani tembakau mengembangkan perkebunan dan meningkatkan kualitas daun tembakau yang diproduksi.

Lebih detail, Firman juga memaparkan alokasi DBHCHT untuk peningkatan kualitas bahan baku telah dilakukan melalui bantuan benih unggul 435.470 bibit/batang seberat 30.334.780 gram, bantuan pestisida 2.691kg sebanyak 8.292 liter, bantuan pupuk 1.271 liter seberat 48.777 ton, dan alat pemotong/mesin rajang 9 unit.

Sebelumnya pada tahun 2019, DBHCHT direalisasikan untuk pendanaan program peningkatan kualitas bahan baku sebesar Rp 275.107.385.067 (Rp 275,11 miliar). Lebih rinci dana tersebut digunakan untuk program sertifikasi/pelatihan/sosialisasi kepada 1.679 petani dan 32 kelompok tani, penyediaan sarana/prasarana tembakau sebanyak 26.674 unit, serta penerapan inovasi teknis bidang tembakau seluas 7.185 hektar.

"Melalui pengembangan sektor pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian, sehingga juga berdampak pada kesejahteraan petani tembakau," ujar Firman.

(ncm/ega)