Majid Al Futtaim, Penguasa Ritel Timur Tengah Tutup Usia

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 20 Des 2021 11:54 WIB
A general view of the Jumeirah Palm Island and the Atlantis hotel are seen from the observation deck of
Ilustrasi/Foto: AP/Kamran Jebreili
Jakarta -

Miliarder asal Uni Emirat Arab (UEA), Majid Al Futtaim baru saja meninggal dunia pada Jumat pekan lalu. Majid merupakan salah satu orang terkaya di UEA lewat bisnis ritelnya.

Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum menyebut Majid Al Futtaim sebagai salah satu pedagang paling penting di Negeri Al-Abyad tersebut.

"Semoga Tuhan merahmati saudara kita Majid Al Futtaim, pengusaha kreatif, dan salah satu pedagang dan pria senior paling penting di Dubai," tulis Al Maktoum lewat akun Twitternya, dikutip dari Aljazeera, Senin (20/12/2021).

"Keputusan terakhirnya adalah mempekerjakan 3.000 warga. Semoga Tuhan merahmatinya dan menempatkannya di tamannya yang luas," lanjut dia.

Penyebab di balik kematian maupun usianya sendiri tak diketahui. Namun, doa untuknya dan keluarganya terus beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Kerajaan bisnis keluarga Al Futtaim dimulai pada tahun 1930-an, ketika Dubai tetap menjadi desa mutiara kecil sebelum ditemukannya minyak di tempat yang akan menjadi Uni Emirat Arab. Al Futtaim menjalankan bisnis dagang keluarga yang bekerja sama dengan keluarga Al Maktoum yang berkuasa di UEA. Selama beberapa dekade, ia menjadi mitra terpercaya dengan berbagai perusahaan asing seperti Toyota pada tahun 1955.

Majid Al Futtaim Holding pun didirikan pada tahun 1992. Ini adalah bisnis Majid setelah pecah kongsi dengan keluarganya. Setelah itu, ia menjadi pusat kekuatan ritel di Timur Tengah dan sekitarnya.

Perusahaan tersebut juga menjadi pemegang waralaba hypermarket asal Prancis, Carrefour. Dia telah menjalankan lebih dari 300 supermarket dan hypermarket bermerek Carrefour di seluruh Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Ketua dan CEO Grup Carrefour di Prancis Alexandre Bompard, menyebut kematian Al Futtaim sebagai berita yang sangat menyedihkan bagi raksasa grosir itu karena ia telah menjadi mitra yang luar biasa.

Al Futtaim membangun mal besar pertama di kota ini di City Centre Deira. Saat ini, Dubai dikenal sebagai tujuan belanja utama juga karena ekspansi perusahaannya.

Mal pameran Al Futtaim, Mall of the Emirates, adalah daya tarik utama di Dubai. Dia juga berinvestasi di hotel dan bioskop. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Al Futtaim lebih dari US$4 miliar atau sekitar Rp 56 triliun.

Lihat juga Video: Perdana! PM Israel Injakkan Kaki di Uni Emirat Arab

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)