Sidak Pertama Kali, Dirjen Bea Cukai Dapat 'Ikan'

Sidak Pertama Kali, Dirjen Bea Cukai Dapat 'Ikan'

- detikFinance
Selasa, 02 Mei 2006 15:04 WIB
Jakarta - Meski baru saja dilantik sebagai Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi langsung menggebrak dengan melakukan sidak ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai III Tanjung Priok.Dalam kesempatan tersebut, Anwar melihat langsung para bawahannya mengisi data kepabeanan. Anwar pun melanjutkannya denagn mengecek secara acak formulir Pemberitahuan Impor Barang (PIB)."Mari kita cocokkan datanya langsung ke lapangan," ujar Anwar yang mengenakan pakaian dinas hitam-hitam disela-sela acara sidaknya, Selasa (2/5/2006).Setelah dicek ke Gudang 207 X KPBC Tanjung Priok II, ternyata isi dua kontainer berbeda dengan data dalam PIB. Dalam PIB disebutkan kontainer itu berisi rubber (karet) yang diimpor oleh Goldindo Primatama Sweater.Namun setelah segel dibuka oleh petugas Bea dan Cukai, isi kontainer ternyata bahan tekstil."Saya yang orang baru (di BC) saja curiga, kok nama perusahaannya sweater tapi mengimpor rubber?" tanyanya. "Saya sampling (PIB-nya) loh tadi," tambahnya.Dua kontainer berukuran 20 feet dan 40 feet ini dipasok oleh Haiseng Trading dari Cina. Kerugian negara akibat praktek penyelundupan ini diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar."Kita juga sangat prihatin, kita minta rekan-rekan importir untuk menghentikan praktek ini. Kasihan republik kita," ujarnya.Lebih lanjut Anwar menambahkan, sistem informasi Bea dan Cukai perlu ditingkatkan serta pelayanan yang lebih manusiawi baik kepada importir maupun eksportir.Mengenai penerapan National Single Window, Anwar meyakinkan bahwa BC siap menerapkan hal tersebut. "BC siap tetapi harus didukung oleh instansi lain seperti karantina dan disertai dokumen-dokumen pendukung," ujar mantan Dirut PT KA ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads