Badan Otonom NU Respons Tawaran Jokowi soal Konsesi Pertanian-Tambang

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 22:08 WIB
Muktamar NU Lampung 2021 dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana. Apa saja poin penting pidato Jokowi?
Foto: (Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar NU ke-34 di Lampung, Rabu (22/12/2021). Dalam sambutannya Jokowi menyanjung tinggi kinerja para tokoh dan santri-santri muda potensial dalam membangun perekonomian umat di negara Indonesia.

Dengan banyaknya bermunculan sumber daya manusia muda yang potensial dari kalangan nahdiyin ini, jokowi secara gamblang tak ragu-ragu menawarkan bahkan menjanjikan konsesi-konsesi mulai dari pertanian hingga tambang kepada kaum muda nahdiyin untuk turut berperan serta mandukung laju pertumbuhan perekonomian agar lebih maju ke depannya.

"Saya menawarkan yang muda-muda ini dibuatkan sebuah wadah, bisa PT atau kelompok usaha. Dan pemerintah, saya menyiapkan, kalau siap, saya menyiapkan konsesi baik itu yang namanya konsesi, terserah ingin digunakan untuk lahan pertanian, silakan," terang Jokowi

"Saya juga menyiapkan konsesi minerba, yang ingin bergerak di usaha-usaha nikel misalnya, usaha-usaha batubara, usaha-usaha bauksit, usaha-usaha tembaga, silakan," tambahnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon usai menghadiri muktamar NU, ketua badan otonom yang juga pengusaha muda NU, Witjaksono mengatakan, dirinya tidak menyangka presiden jokowi menyampaikan hal seperti ini (tawaran konsesi) untuk para kaum muda nahdiyin, di depan para kyai-kyai sepuh, ulama serta tokoh agama yang hadir di forum tersebut.

Witjaksono menambahkan sebagai pelecut semangat, pernyataan presiden ini juga merupakan amanah bagi dirinya dan para wirausahawan muda NU lainnya yang tersebar di seluruh pelosok indonesia.

"Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah, mungkin itu yang bisa saya katakan saat mendengar secara langsung pernyataan bapak presiden tadi soal tawaran konsesi ekonomi kepada kita kaum muda nahdiyin. Saya sungguh sangat tidak menyangka pak presiden menyampaikan hal demikian (tawaran konsesi) di depan para kyai sepuh, ulama dan tokoh agama" katanya.

"Jujur kami sangat berterima kasih kepada bapak presiden yang telah melirik kami (kaum muda nahdiyin), namun hal ini akan juga menjadi amanah dan akan kami jaga serta siap menerima arahan secara langsung dari pak presiden" tambahnya.

(upl/upl)