Elpiji Bakal Geser Minyak Tanah
Selasa, 02 Mei 2006 16:15 WIB
Jakarta - Pemerintah sudah bertekad bulat untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. Pertamina akan mengkaji pengalihan konsumsi minyak tanah di kalangan rumah tangga ke elpiji.Hal tersebut disampaikan Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan usai mengikuti rapat di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/5/2006).Menurut Iin, pemerintah saat ini tidak ingin menaikkan harga minyak tanah. Dan satu-satunya cara untuk mengurangi subsidi BBM adalah dengan mengurangi konsumsi."Dan itu caranya dengan menggantikan pemakaian minyak tanah dengan elpiji. Ini yang sedang kita kaji. Kalau dilihat dari nilai kalori, elpiji itu nilai kalorinya per kilo lebih murah dibanding minyak tanah," ujar Iin.Untuk itu, Pertamina ditugaskan untuk mengkaji lebih lanjut apa saja yang diperlukan dan berapa nilai investasinya agar rencana ini bisa berjalan.Hal senada disampaikan oleh Sekjen Departemen ESDM Luluk Sumiarso. "Targetnya adalah bisa mengurangi subsidi tapi tidak menaikkan harga, yaitu dengan pengalihan dari minyak tanah ke energi lain misalnya elpiji. Jadi paralel. Nanti ada elpiji atau energi lain yang telah dikembangkan selama ini," urai Luluk.Sementara Kepala BP Migas Kardaya Warnika menambahkan, pihaknya akan menyiapkan program terkait program tersebut, yakni dengan menambah pasokan elpiji ke dalam negeri."Untuk itu, produksi elpiji tentu diprogramkan oleh Pertamina untuk diubah sehingga bisa diserap oleh dalam negeri. Di samping itu juga bukan tidak mungkin nantinya akan kita tingkatkan pasokan gas untuk domestik, khususnya untuk rumah tangga melalui syarat-syarat selain melalui pipa," ujarnya.Kardaya menambahkan, alternatif lain pengangkutan elpiji adalah menggunakan moda transportasi seperti truk tangki bertekanan tinggi.
(qom/)











































