Kemenhub 'Sentil' Citilink dan GMF Gegara 19 Pesawat Bermasalah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 17:20 WIB
Akibat Virus Corona: Citilink Batalkan Penerbangan Denpasar-Melbourne
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan surat teguran kepada maskapai penerbangan Citilink dan layanan maintenance pesawat GMF AeroAsia. Teguran diberikan karena ada 19 pesawat Citilink yang mengalami masalah namun tetap dioperasikan.

Teguran diberikan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dalam surat teguran bernomor A4-402/8/3/DKPPU.2021 yang beredar di awak media. Surat teguran itu ditujukan kepada Accountable Manager GMF AeroAsia dan VP Engineering & Maintenance Citilink.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur DKPPU Dadun Kohar, terdapat masalah pada bagian pengereman pada pesawat Airbus 320 yang dioperasikan Citilink. Masalah ini telah terjadi selama tiga bulan pada 19 pesawat Citilink.

"Dari status HIL tanggal 13 Desember 2021, terdapat 19 pesawat yang mengalami open HIL Brake dan dalam tiga bulan terakhir terjadi enam brake occurrences (melting, jammed, rotor damages, over temperature)," tulis Dadun dalam surat teguran yang dikutip, Jumat (24/12/2021).

Kemenhub pun memberikan 6 rekomendasi yang wajib dilakukan oleh Citilink. Pertama GMF AeroAsia selaku pihak maintenance pesawat Citilink diminta segera memperbaiki open HIL Brake di 19 pesawat A320 Citilink.

Selanjutnya, GMF AeroAsia diminta segera melakukan review status HIL (Hold Item List) dari bulan Agustus hingga Desember 2021 untuk memastikan closing HIL benar-benar proper, replacement part dilengkapi traceability document (ARC). Kemenhub juga meminta tidak ada akal-akalan open/closed HIL, dan tidak ada status closing HIL dengan status pengadaaan UMR (Urgent Material Request) untuk HIL tersebut yang masih terbuka.

Kemudian Ketiga, GMF AeroAsia segera mengidentifikasi serial number komponen yang bermasalah untuk dilepas dari pesawat dan disimpan dalam quarantine area.

Kemudian yang keempat, GMF AeroAsia harus memastikan permasalahan tidak tersedianya spare part dan supply chain management tidak menjadi bahaya laten yang berdampak kepada keselamatan penerbangan dan pemenuhan regulasi maupun prosedur yang berlaku,

Terakhir kelima, maskapai Citilink diminta harus meningkatkan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap GMF AeroAsia. detikcom coba mengkonfirmasi terkait teguran tersebut ke pihak Citilink dan GMF AeroAsia, namun hingga kini belum mendapatkan respons.

(hal/das)