Dorong Ekonomi Kreatif Lokal, Ganjar: Semoga Startup Bisa Tumbuh

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 18:46 WIB
Hetero Space
Foto: Dok. Istimewa

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap dengan adanya berbagai fasilitas dari pemerintah, UMKM di Solo bisa naik kelas.

"Dulu banyak yang minta ada ruang publik kolaborasi. Nah, ini tempatnya sudah ada. Awas kalau tidak digunakan. Harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apalagi akses permodalan sudah lengkap," kata Gibran.

Gibran juga menyinggung soalnya banyaknya UMKM di Solo. Ke depan, ia berharap akan muncul unicorn bahkan decacorn baru yang berasal dari Solo. Ia juga menjelaskan telah menyiapkan cyber security bagi UMKM yang akan naik kelas terkait isu keamanan digital.

Pembukaan Hetero Space Solo diawali dengan rangkaian acara Hetero Fest yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 18-19 Desember 2021. Acara tersebut dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti talkshow, pameran UMKM, pentas seni, pameran lukisan, dan bootcamp untuk perusahaan rintisan.

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui payung program Sampoerna Untuk Indonesia. Salah satu fokus program Sampoerna Untuk Indonesia ialah pengembangan UMKM yang dilakukan lewat pelatihan keterampilan usaha dan ekonomi digital secara terpadu dan menyeluruh. Diharapkan, upaya ini dapat menggerakkan roda perekonomian bangsa dan turut mewujudkan kemandirian UMKM di Indonesia.

Kepala Urusan Eksternal Ishak Danuningrat mengatakan, Sampoerna berkomitmen mengembangkan keterampilan usaha para pelaku UMKM dan ekonomi digital secara terpadu dan menyeluruh. Hal ini tertuang dalam payung program Sampoerna Untuk Indonesia, dimana komitmen terhadap pengembangan UMKM merupakan pilar pertama.

"Dengan demikian, mereka menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. Sampoerna berharap upaya ini dapat menggerakkan roda perekonomian bangsa dan turut mewujudkan kemandirian UMKM di Indonesia," ujar Ishak.


(fdl/fdl)