ADVERTISEMENT

Top! BUMN Ekspor 120 Ton Kopi Ke Mesir, Nilainya Rp 17 M

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 26 Des 2021 11:45 WIB
Petani menjemur kopi arabika di Desa Curahtatal, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (10/7/2020). Sejumlah petani mengeluhkan harga kopi arabika gelondong merah turun dari Rp13.000 menjadi Rp7.000 per kilogram akibat permintaan pabrik dan ekspor menurun sejak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Seno/pras.
Foto: ANTARA FOTO/SENO
Jakarta -

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia/PPI (Persero) kembali ekspor kopi ke Mesir. Sebanyak 120 ton kopi dari Bandar Lampung dikirim pada Desember 2021 ini.

BUMN klaster pangan tersebut masih akan ekspor kopi ke Mesir secara berkala di 2022 karena perjanjian kontrak bersama pembeli (buyer) untuk kirim kopi ke Mesir sebanyak 600 ton. Terhitung sejak September-Desember 2021, nilainya setara dengan US$ 1,2 juta atau setara Rp 17,21 miliar (kurs Rp 14.346).

Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati mengatakan ekspor kopi ini dilakukan dengan kerja sama bersama petani lokal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan mengekspos potensi komoditi Indonesia untuk memenuhi permintaan kopi di luar negeri.

"Periode September sampai Desember ini PPI mengambil jenis kopi robusta yang tumbuh di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan. Kopi-kopi ini memiliki cita rasa unik yang dipengaruhi oleh cara pengolahannya dan kekhasan iklim daerah," ujar Nina dalam keterangan tertulis, Minggu (26/12/2021).

Ke depan, Nina menyebut pihaknya akan selalu melihat potensi komoditas yang dimiliki Indonesia untuk dibawa ke pasar Internasional. "Kami juga telah melakukan pembicaraan terhadap beberapa negara yang memiliki minat cukup besar kepada kopi Indonesia," tuturnya.

Direktur Komersial dan Pengembangan PPI Andry Tanudjaja menambahkan bahwa ekspor kopi yang sudah berjalan di PPI ini akan jadi momentum pengembangan ekspor. Ekspor ini sebagai salah satu stagging dalam strategic initiative new PPI pascamerger dengan Bhanda Ghara Reksa (BGR).

Andry yang juga Ketua Dewan Kopi Nusantara menjelaskan PPI memiliki produk kopi dengan brand Covare yang dihasilkan oleh petani Indonesia dari berbagai daerah, dengan varian seperti Aceh Gayo, Sumatera Mandailing, Sumatera Toba, Papua Blend, dan Papua Wamena. Selain itu juga offtaker seluruh kopi-kopi dari wilayah Indonesia yang terkenal kualitasnya di mancanegara.

"Trend kopi di Mesir, tidak lepas dari kerja sama yang telah dilakukan selama ini. Indonesia menjadi peringkat pertama pengekspor kopi di Mesir dengan presentase 54%. PPI sangat optimis sinergi ini akan terus meningkat antara petani, buyers, dan pihak yang berkaitan," jelasnya.

Ke depan, Indonesia melalui PPI disebut akan mengembangkan ekspor-ekspor lain ke Mesir dengan produk pertanian lainnya seperti rempah-rempah, pala, lengkuas, kayu manis, kapulaga, dan juga potensi perikanan dan hasil laut. PPI sebagai salah satu klaster pangan dan holding pangan, ada pada posisi trading, logistics, warehousing, dan transportasi.

"Diharapkan pola penguatan rantai pasok pangan akan menyeluruh dan PPI berperan mulai dari offtake kemitraan kepada petani, nelayan, peternak, UMKM, hingga hilirisasi (dalam negeri dan luar negeri). Peran PPI harus ditingkatkan untuk mendampingi mitra dalam menjaga kualitas, ketersediaan untuk stok yang berkelanjutan," ujar Andry.

(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT