ADVERTISEMENT

Produk Furnitur dari Kayu Jati Tua Asal Jatim Ini Tembus Pasar Eropa

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 19:41 WIB
CV DeBough Indonesia
Foto: CV DeBough Indonesia
Jakarta -

Kayu jati Indonesia sudah dikenal akan kualitasnya yang mumpuni. Oleh sebab itu, kayu jati, baik itu dalam bentuk utuh maupun potongan, dapat diolah menjadi benda bernilai ekonomi tinggi.

Hal itu sudah dibuktikan oleh Krisna Purnomo, pengusaha produk kerajinan dari potongan kayu jati lawas. Sudah 10 tahun ia menjalankan usaha ini dengan membentuk badan usaha CV DeBough Indonesia, dan telah mengekspor produknya ke sejumlah negara Eropa.

Krisna menjabarkan potongan dari kayu jati tua memiliki corak indah yang terbentuk alami. Dengan tambahan sentuhan artistik, Krisna mampu menghasilkan produk dinding kayu, furniture, dan produk lain yang punya tampilan menawan dan diminati konsumen di Eropa.

"Kayu-kayu lama ada unsur yang sangat luar biasa. Satu rarity, kedua kayu kayu itu kayu jadi dari produk zaman dulu yang good quality, ketiga kayu-kayu itu sudah diproses oleh alam dan kekuatan itu bisa dicompare dengan kayu baru masih menang. Ada proses pembuatan oleh waktu, kalau saya bilang ke buyer saya itu 'crafting by god', dia diukir oleh alam jadi sesuatu yang indah. Ketiga unsur itu sendiri kallau bisa kita olah jadi produk yang unik," ungkap Krisna dalam Webinar UMKM BNI, Senin (27/12/2021).

Dengan keunikan dan keunggulan dari kayu jati Indonesia, Krisna menyebut produk yang dihasilkan dapat membuka potensi pasar baru di mancanegara. Satu hal yang terpenting, kata dia, bagaimana kayu yang punya kualitas unggul itu diolah agar semakin menarik dan diminati.

Krisna mengatakan kejeliannya melihat peluang usaha dari potongan kayu jati 10 tahun lalu membuatnya bisa menjadi pionir dan menarik minat buyer dari Eropa. Bisnis ini pun semakin berkembang hingga saat ini.

CV DeBough Indonesia Foto: CV DeBough Indonesia

"Kalau konsep saya, saya bukan jual furniture. Saya jual feeling, saya jual beauty, saya jual art dalam kemasan furniture atau wall panel atau berbagai produk dari kayu. 10 tahun lalu, mungkin pertama di Indonesia buat wall panel dari kayu-kayu jati," ungkap Krisna.

Produk-produk yang dibuat Krisna dikerjakan secara handmade. Namun, ia memastikan proses produksi berjalan sesuai kaidah industri, sehingga quality control dijaga ketat. Selain itu, ia juga menerapkan proses kerja yang sistematis agar dapat memenuhi target pesanan dari para buyer di luar negeri.

Saya memposisikan diri saya sebagai artpreneur. jadi ada kaidah-kaidah furniture yang harus saya ikuti, seperti konstruksi, kekuatan, tapi unsur standar beautynya saya yang create. Kalau diterima buyer ya sudah, kita yang buat standar sendiri. Tapi standar itu begitu kita ciptakan kita harus mematuhi, line produksinya harus tertata," tutur Krisna.

"Proses fabrikasi ini menurut kaidah teknologi industri tapi pengerjaan purely handmade. Itu baru saya bisa menggabungkan product art tapi masih bisa kita produksi semi mass production," imbuh Krisna.

Ia pun bercerita, di awal merintis bisnis tersebut, ia sempat mengalami hambatan pendanaan. Beruntung, ia mendapatkan kepercayaan dari buyer yang mau membayar terlebih dahulu agar Krisna bisa mengerjakan pesananannya.

Selanjutnya, agar bisa lebih produktif, Krisna mencari pembiayaan dari perbankan. Ia pun bertemu dengan BNI yang akhirnya memberinya kucuran dana modal. Hingga saat ini, kata Krisna, ia mendapatkan dukungan pendanaan dari BNI untuk terus mengembangkan bisnis.

"Di tengah jalan itu saya kenal dengan BNI sampai sekarang. Waktu perkembangan selama 10 tahun, hampir setiap tahun ada ekspansi dari perusahaan selalu dibantu pendanaan dari BNI," ungkap Krisna.

Krisna mengatakan beberapa kali mendapatkan pesanan, namun terkendala kapasitas modal. Untuk menyiasati hal itu, Krisna mengakses fasilitas pendanaan dari BNI agar tetap bisa mengambil pesanan.

"Kita mau nolak itu sayang, kalau kita nolak buyer itu pergi ke pabrik lain, di acari lagi. Jadi kita harus kerjakan, di situ tantangannya. Kebetulan ada BNI yang bantu itu, jadi kadang-kadang dari PO (pre order) atau dari LC (letter of credit) kita dikasih pencairan bantuan untuk dana itu," urai Krisna.



Simak Video "BNI Undian Rejeki BNI Versi Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT