Cerita Legend Tren Bawa Minuman Buah Lontar Go Internasional

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 20:05 WIB
Legend Tren
Foto: Dok. Legend Tren
Jakarta -

Tahu minuman legen dari buah lontar? Siapa sangka, minuman tradisional yang biasa dijual abang-abang gerobak bisa menembus pasar mancanegara, lho.

Brand Legend Tren asal Jawa Timur telah berhasil membawa legen melanglang buana ke Malaysia hingga Taiwan. Co-Founder Legend Tren M. Najih Islahuddin menerangkan legen yang merupakan olahan nira pohon lontar ternyata diminati oleh konsumen asing.

Najih bercerita, kesempatan ekspor kali pertama didapatkan Legend Tren setelah mengikuti sebuah pameran di tahun 2018. Di pameran itu, ada seorang turis dari Taiwan yang menyukai minuman legen, lalu memesan untuk dikirim ke negaranya. Sejak saat itulah kran ekspor terbuka.

Najih mengungkapkan Legend Tren membranding legen sebagai minuman alami menyehatkan asli Indonesia. Mereka juga membuat packaging yang bagus dengan botol kaca plus kardus kemasan, sehingga produk terlihat lebih menarik.

"Jadi fokus jadi Legend Tren kita mengolah hasil pohon lontar, yaitu niranya. Kita pun mau membranding, kalau di Jepang ada sake, di Korea ada shoju, kalau di Indonsia ada Legend Tren," jelas Najih dalam acara webinar UMKM BNI Jawa Timur, Senin (27/12/2021).

Najih mengatakan kunci keberhasilan lainnya dari Legend Tren menembus pasar ekspor, yakni kejelian melihat peluang. Mereka memperkenalkan minuman legen yang sejatinya sudah ada sejak lama, kemudian diolah secara lebih memadai dan dipasarkan secara masif.

"Pohon lontar itu sudah ada sejak zaman dahulu kala, jadi suatu daya tarik tersendiri. Ada sekitar 15 negara penghasil pohon lontar, akan tetapi karena melihat dari potensinya, kebetulan kita fokus di pengolahan nira (pohon lontar) jadi produk kita pertama di Indonesia dan di dunia," sebut Najih.

Najih mengutarakan tantangan terbesar untuk mengekspansi bisnis ke pasar ekspor, yakni dari mindset pelaku bisnis. Jika sudah pesimistis bahwa ekspor itu sulit, maka akan takut mencoba. Oleh sebab itu, Najih dan tim menanamkan mindset positif.

"Tantangan pada waktu itu, mindset kita sebenarnya. Apakah ekspor itu susah apa mudah itu kan tergantung dari pemikiran kita. Alhamdulillah saya sendiri dari mindset kita bahwa ekspor itu mudah, Alhamdulillah goal untuk ekspor," cetus Najih.

Ia menambahkan untuk bisa ekspor, UMKM juga harus memenuhi sejumlah persyaratan sertifikasi. Hal ini penting, sebab sertifikasi merupakan dokumen legitimasi soal kualitas dan keamanan produk, sehingga pembeli yakin untuk memasukkan produk UMKM ke negara mereka.

"Untuk memenuhi standar internasional, kita standarnya yang dibutuhkan HACCP di mana izin ini yang dibutuhkan untuk perdagangan internasional. Jadi proses bahan baku, pengolahan, sampai bahan jadi benar-benar ada dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ada lagi izin 100 persen organik, gunanya untuk meningkatkan daya tarik calon buyer. Ada juga sertifikasi seperti ISO 9001 dan BPOM, terlebih produk halal juga," tutur Najih.

Keberhasilan Legend Tren mencapai pasar ekspor juga tak lepas dari dukungan BNI Xpora. Najih mengungkapkan ada sejumlah manfaat yang diberikan BNI Xpora untuk bisnisnya.

"Kontribusi yang diberikan BNI Xpora ini benar-benar memfasilitasi kita untuk pendampingan dan pameran internasional. Terlebih business matching yang dilakukani BNI Xpora," urai Najih.

Sebagai informasi, Webinar UMKM BNI Jawa Timur dipersembahkan oleh detikcom bersama BNI Xpora untuk mendukung para UMKM Indonesia Menembus Pasar Global. Bersama Xpora, ekspor jadi mudah.



Simak Video "BNI Undian Rejeki BNI Versi Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)