Eksportir Buka-bukaan soal Potensi Besar Bisnis Tanaman Porang di RI

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 27 Des 2021 20:30 WIB
BNI
Foto: Screenshoot
Jakarta -

Tanaman porang kini menjadi komoditas pertanian unggulan yang tengah didorong pengembangannya oleh pemerintah. Sebab, tanaman yang masuk keluarga umbi-umbian itu semakin diminati pasar mancanegara.

Owner PT Rajawali Penta Nusantara William Perdana Putra sebagai salah satu pengekspor porang dari Indonesia mengatakan tanaman porang tengah diminati pembeli dari Vietnam, Thailand, China, hingga Eropa. Hal itu lantaran tanaman yang mengandung kadar glukomanan ini dibutuhkan dalam industri farmasi, kosmetik, tekstil, hingga industri kaca.

William mengenal porang di tahun 2015. Kala itu, ia diajak seorang kolega asal China untuk berkunjung ke Thailand. Di Thailand, ia diperlihatkan tanaman porang dari Thailand yang sudah mulai diekspor ke China.

Ketika kembali ke Indonesia, William pun mulai menjajaki potensi tanaman porang di Tanah Air. Ternyata, tanaman tersebut juga tersedia di Indonesia dan memiliki kualitas yang bagus.

"Saya kebetulan ada teman juga di daerah ponorogo. Waktu itu, saya cerita apakah ada barang begini (porang) di Indonesia. Dia bilang ada. Saya punya ide, saya tanam saya kembangkan kemudian saya ekspor ke China. Ternyata mereka menyukai produk porangnya Indonesia," ungkap William dalam Webinar UMKM BNI Jawa Timur, Senin (27/12/2021).

William mengungkapkan di awal menjalankan bisnis ekspor porang, ia terkendala minimnya pasokan dari petani. Sebab, jumlah petani yang menanam porang masih sedikit. Selain itu, kata William, sampai saat ini petani juga masih belum begitu memahami kualitas porang yang unggul dan tidak.

"Saya mulai tahun lalu bersama tim saya memberikan penyuluhan kepada para petani di berbagai daerah Indonesia memberikan penyuliuhan. Saya memberikan penyuluhan ke desa-desa seperti Ponorogo, Banyuwangi, Madiun untuk mengedukasi jangan sampai porang kuning yang punya nilai jual tinggi tertukar dengan porang putih yang kualitasnya rendah," jelas William.

"Kadang petani mencampur bukan karena mereka ingin berbuat curang, tapi karena mereka nggak tahu. Jadi itu yang susah. Jadi 1-2 tahun ini saya bersama tim saya ingin memperbaiki identitas petani Indonesia untuk memberikan suplai bahan baku yang sesuai," lanjutnya.

William mengatakan potensi bisnis porang masih sangat menjanjikan. Sebab, permintaan ekspor porang Indonesia masih belum tercukupi.

"(Kuantitas) ekspor (porang) itu dari Indonesia hanya mencukupi 35 persen. Jadi masih ada ruang bagi UMKM untuk berbisnis porang," sebut William.

Untuk meningkatkan kuantitas porang di Indonesia, Rajawali Penta Nusantara membuka kemitraan bisnis mulai tahun depan. Dengan kemitraan ini, Rajawali Penta Nusantara memastikan hasil panen porang petani langsung diserap, sehingga mereka tidak perlu mencari offtaker.

"Di tahun 2022 untuk membantu para UMKM kami mulai tahun depan menerapkan sistem kemitraan. Bagi siapa yang ingin bermain ke industri porang boleh membeli satu mesin dari tempat kami lalu setelah mereka produksi hasilnya akan kami beli kembali seluruhnya dari mesin tersebut.



Simak Video "Mengobati Kerinduan akan Konser Musik di Java Jazz Festival 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)