Bos OVO Ramal Terjadi Krisis Besar di 2022, Ini Biang Keroknya

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 10:17 WIB
Macro closeup of modern luxury gas stove top with blue fire flame knobs and stainless steel pot with reflection and bokeh blurry blurred background
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Bos OVO Energy, Stephen Fitzpatrick meramal akan terjadi krisis besar di 2022. Krisis itu menyangkut harga gas dan listrik.

Sebelum lanjut, OVO yang dimaksud bukan dompet digital, melainkan OVO Energy, perusahaan gas dan listrik di Inggris. Ramalan krisis yang dimaksud juga maksudnya terjadi di Inggris.

Mengutip BBC, Selasa (28/12/2021), OVO Energy menilai pemerintah Inggris menganggap kenaikan tajam harga gas dan listrik yang terjadi tidak mendesak untuk dicarikan solusinya.

Kenaikan Gas Bikin Krisis

Fitzpatrick memperkirakan kenaikan harga gas grosir dan dampaknya pada masyarakat akan menjadi krisis besar untuk 2022. Sekretaris bisnis bertemu dengan Ofgem dan perusahaan energi pada hari Senin. Pemerintah Inggris mengatakan ingin memastikan rumah tangga dilindungi.

Seorang juru bicara Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri mengatakan pertemuan itu untuk membahas dampak berkelanjutan dari rekor kenaikan harga gas global yang tinggi.

"Sepanjang pertemuan ada diskusi tentang masalah yang dihadapi sektor ini dan kesepakatan untuk pertemuan berlanjut selama beberapa hari dan minggu mendatang untuk memastikan konsumen Inggris dilindungi," katanya.

Simak video 'Izin Usaha OVO Finance Dicabut OJK, OVO Payment Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]



Berlanjut ke halaman berikutnya.