Menkes Punya Kabar Baik Buat Sri Mulyani, Apa Itu?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 11:27 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin hadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR. Raker itu membahas pengeluaran pemerintah terkait belanja di sektor kesehatan
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia mendapat pasokan vaksin untuk menangkal COVID-19 dari membeli dan donasi. Dari banyaknya vaksin donasi diterima, Indonesia bisa menghemat anggaran sebanyak Rp 13 triliun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga saat ini vaksin yang telah disuntikkan ke masyarakat mencapai 273 juta vaksin. Ia pun mengapresiasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang telah bekerja keras mencari vaksin.

Budi mengatakan, dua menteri ini berperan besar mendapatkan vaksin sehingga ada anggaran yang dihemat Rp 13 triliun.

"Berita bagusnya buat Ibu Ani (Menteri Keuangan) adalah sebagian besar kita dapat beli, tapi juga ada bagian yang cukup substansial kita dapatnya donasi. Jadi kerja sama dua wanita hebat alumni SMA 3 Semarang, kalau aku nggak salah ini, yang satu mencarikan vaksin sehingga aku dapat banyak, sehingga aku bisa mengurangi anggaran buat Ibu Sri Mulyani Rp 13 triliun," kata Budi dalam acara bertajuk Jejak Keberhasilan Pemerintah dalam Vaksinasi COVID-19, Selasa (28/12/2021).

"Walaupun diminta untuk klaim rumah sakit," sambung mantan Wakil Menteri BUMN ini,

Budi selanjutnya mengatakan, dari anggaran Rp 50 triliun untuk vaksinasi, kemungkinan yang akan dibelanjakan Rp 17 triliun. Budi menuturkan, vaksin gratis ini didapat dari COVAX maupun kerja sama bilateral.

"Untuk vaksinasi kita dari Rp 50 triliun mungkin kita hanya akan spend Rp 17 triliun karena kita dapat banyak sekali vaksin donasi gratis baik dari COVAX maupun bilateral dan itu dibantu Ibu Retno yang luar biasa," katanya.



Simak Video "Kemenkes Tambah Tiga Vaksin Baru Dalam Program Imunisasi Dasar"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)