Banyak yang Meroket di Akhir Tahun, dari Telur Sampai Elpiji!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 30 Des 2021 10:32 WIB
PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menarik tabung biru Elpiji 12 kilogram (kg). Selanjutnya, Pertamina memasok ke konsumen tabung Bright Gas 12 kg.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menjelang awal tahun, sederet barang-barang bahan pokok mengalami kenaikan harga. Mulai dari beberapa sembako hingga tabung elpiji harganya meroket.

Sejumlah biaya kebutuhan lain juga naik tahun depan. Mulai dari cukai rokok yang membuat harga rokok melambung, hingga rencana kenaikan tarif listrik.

Lalu, apa saja rincian harga-harga yang bakal naik?

1. Bahan Pangan

Harga pangan sebagai kebutuhan pokok mulai banyak yang naik. Beberapa komoditas sedang meroket tinggi harganya, mulai dari minyak goreng hingga cabai. Harga minyak goreng mengalami kenaikan signifikan sejak bulan November, di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) pun harga minyak goreng belum juga turun.

Dari penelusuran detikcom, pedagang telur dan minyak goreng, Elis di Pasar Cibubur, Jakarta Timur masih menjual minyak goreng di Rp 20 ribu per liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) pemerintah untuk minyak goreng adalah Rp 11 ribu/liter.

"Kalau minyak goreng mah udah lama, kalau curah dari agennya Rp 18 ribu, di sini Rp 20 ribu (dijual ke pembeli). Kalau yang bermerek Sunco sih kita masih jual Rp 39 per 2 liter," kata Elis kepada detikcom, Jumat (24/12/2021).

Pedagang lain, Maruti menjual minyak goreng kemasan Rp 19 ribu per liter dan Rp 38 ribu per 2 liter. Sedangkan minyak goreng curah Rp 20 ribu.

"Yang curah jual, Rp 20 ribu, dari Rp 18 ribu-Rp 19 ribu sekarang Rp 20 ribu. Setiap datang barang pasti naik (harganya)," tambah Maruti.

Harga telur pun meroket tajam, masih di Pasar Cibubur, harga telor telah menyentuh Rp 32 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya pedagang menjual telur di harga Rp 26 ribu hingga Rp 27,5 ribu per kg. Kenaikannya pun terjadi dalam waktu singkat.

"Langsung ke Rp 32 ribu naiknya, langsung loncat. Baru hari ini jual Rp 32 ribu tadinya cuma Rp 26 ribu, langsung naik ke Rp 32 ribu," kata pedagang telur, Kiki.

Elis pun menjual telur Rp 31 ribu per kg. Dia menuturkan bahwa kemarin harga telur dalam sehari naik sampai 3 kali. Dia menjelaskan bahwa sekarang agen saja sudah tidak sanggup menyetok telur dalam jumlah banyak. Sebab, harga telur yang sudah terlalu tinggi memberatkan.

"Bayangin aja saya kemarin ngeteng Rp 27,5 ribu, Rp 28 ribu, hari langsung Rp 31 ribu. Modal hari ini udah Rp 30 ribu lebih," sebut Elis.

Harga cabai juga makin 'pedas'. Bahkan harga cabai rawit merah kini sudah menyentuh Rp 120 ribu per kilogram (kg). Pedagang cabai di Pasar Cibubur, Nana mengatakan bahwa harga cabai berangsur naik dalam beberapa waktu. Sebelumnya sempat naik ke Rp 80 ribu sebelumnya akhir meroket tajam.

"Rawit merah sekarang jadi Rp 120 per kg. Dari mulai Rp 80 kan terus naik, naik, naik terus tiap hari. Sekarang ini naiknya hari ini tinggi banget," kata Nana.

Pedagang lain, Sukardi juga menjual cabai rawit merah Rp 120 ribu saat ini, awalnya naik ke Rp 70 ribu dan terus mengalami kenaikan hingga saat ini.

"Kalau ini naik terus kalau rawit merah, itu dari tadinya murah banget ini, terus Rp 70 ribu, Rp 80 ribu, Rp 90 ribu, sekarang sudah Rp 120 ribu. Di (pasar) induk juga udah Rp 100 ribu lebih," jelas Sukardi.

Cabai rawit hijau juga naik drastis. Nana biasanya menjual di Rp 30-40 ribu per kg. Sekarang harganya sudah tembus Rp 60 ribu.

Sedangkan dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), cabai rawit hijau Rp 57.400 per kg (naik Rp 400), cabai rawit merah Rp 86.500 per kg (naik Rp 2.200), cabai merah keriting Rp 53.500 per kg (turun Rp 250), dan cabai merah besar Rp 50.850 per kg.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Junimart: Sembako Bergambar Puan Adalah Kesepakatan Semua Anggota Fraksi PDIP"
[Gambas:Video 20detik]