Sri Mulyani ke Pejabat Baru Kemenkeu: Tidak Boleh Puas dan Jemawa!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 30 Des 2021 21:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini melantik puluhan pimpinan pratama di lingkungan Kementerian Keuangan. Orang-orang terpilih ini akan mengisi jabatan di berbagai direktorat dan inspektorat di Kementerian Keuangan.

Dalam pidatonya Sri Mulyani mengungkapkan jika para pegawai Kemenkeu harus mampu beradaptasi dalam kondisi apapun. Sama halnya ketika menghadapi COVID-19.

"Saya lihat dari sisi perubahan antar unit eselon ini tidak hanya sekadar pindah tempat, putar kursi dan putar orangnya. Tapi ini cara kita untuk terus menciptakan energi dan kolaborasi di Kementerian Keuangan," kata dia dalam pidatonya, Kamis (30/12/2021).

Dia mengibaratkan institusi seperti pohon yang kadang ketika tumbuh tanahnya harus diaduk, memotong dahan agar pohon tersebut bereaksi. Sri Mulyani menyebut jika seseorang sudah merasa nyaman dan merasa tidak ada tantangan maka organisasi tersebut akan mandek.

Pegawai Kemenkeu dilarang memiliki pejabat yang sudah berada di zona nyaman. "Tantangan belum selesai, Kemenkeu tidak boleh puas dan jemawa, perjalanan kita masih panjang," jelas dia.

Sri Mulyani menambahkan dengan mutasi, promosi, dan pengangkatan ini diharapkan bisa menciptakan sinyal kolaborasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan diharapkan bisa melahirkan talenta terbaik dan kombinasi terbaik sehingga menghasilkan pekerjaan yang lebih baik.

"Oleh karena itu sebagai pimpinan yang baru dilantik, jadilah role model energi positif. Anda adalah pimpinan yang diandalkan unit jajaran eselon I dan anak buah anda. Anda punya peran yang penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif, lingkungan kerja yang berintegritas. Jangan pernah menabur benih dan intrik di kantor," jelas dia.

Dia meminta para pimpinan untuk membersihkan kantor Kementerian Keuangan dari berbagai prasangka. "Untuk itu saya ingin pelantikan sore ini jadi bekal anda bekerja dengan etos yang mengayomi dan membersihkan dari KKN dan intrik," jelasnya.

(kil/ara)