RI Minta Ada Fleksibilitas Pembayaran dari Aramco
Kamis, 04 Mei 2006 11:34 WIB
Amman - Indonesia minta ada fleksibilitas pembayaran dari perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco. Selama ini, Indonesia membayar minyak mentah yang dibelinya dari Aramco dalam periode satu bulan. "Kita minta fleksibilitas pembayaran," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam konferensi pers di Hotel Four Seasons, Amman, Yordania seperti dilaporkan wartawan detikcom Budiono Darsono, Rabu (3/5/2006) pukul 21.00 WIB atau Kamis (4/5/2006) pukul 01.00 WIB dini hari.Purnomo mengungkapkan, minyak mentah yang dibeli dari Aramco sebanyak 150 ribu barel itu selanjutnya akan diolah untuk menghasilkan minyak tanah, premium dan solar.Ia mengakui bahwa kilang minyak di Cilacap dan Balikpapan hanya bisa mengolah minyak mentah dari timur tengah, dan tidak bisa digunakan untuk mengolah minyak mentah dari Indonesia.Untuk fasilitas pembiayaan pembelian minyak dari Aramco itu, lanjut Purnomo, Islamic Development Bank (IDB) sudah menyatakan kesediaannya untuk membantu pembayaran melalui fasilitas trade financing."IDB merasa Indonesia tak pernah pakai fasilitas itu. Kalau kita beli dari Aramco, IDB akan bayar dulu. Indonesia bisa bayar setahun ke IDB, dengan cost of money rendah," jelasnya.Rencananya, fasilitas trade financing itu akan digunakan sebagai trading minyak mentah dari Saudi untuk kilang Cilacap dan Balikpapan. Selain itu akan dimanfaatkan untuk membeli BBM dari Kuwait. "Ini masih on going process tandas Purnomo.
(qom/)











































