Jokowi Cerita Momen Ngeri COVID di RI: Lorong-Halaman RS Penuh Pasien

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 03 Jan 2022 11:37 WIB
Presiden Jokowi di Acara MUI
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal ngerinya dampak virus COVID-19 di Indonesia. Menurut Jokowi, masa-masa mengerikan pandemi COVID-19 di Indonesia terjadi pada bulan Juli 2021 yang lalu.

Kala itu, menurutnya kasus harian COVID-19 mencapai 56 ribu kasus. Di matanya kengerian terjadi kala dia melihat pasien COVID-19 memenuhi rumah sakit. Mulai dari lorong-lorong hingga halaman rumah sakit.

"Di pertengahan Juli 2021 pada saat kasus harian mencapai 56 ribu itu lah saat yang saya ingat betul-betul kengerian. Yang ada hanya ada kengerian. Kita lihat lorong rumah sakit, halaman rumah sakit itu penuh dengan pasien COVID-19," cerita Jokowi kala memberikan sambutan dalam Peresmian Pembukaan Perdagangan BEI tahun 2022, Senin (3/1/2022).

Meski pernah sengeri itu, dia menyatakan sampai kemarin, 2 Januari 2022 jumlah kasus harian COVID-19 sudah sangat jauh berkurang. Pada 2 Januari hanya ada 174 kasus per hari. Dia tidak ingin kengerian pada Juli 2021 lalu terjadi kembali di tahun baru 2022 ini.

"Ini lah harus disyukuri dan dijaga agar tidak terjadi kasus seperti tahun 2021 di pertengahan juli tadi," ungkap Jokowi.

Jokowi melanjutkan, hingga sejak tahun lalu upaya vaksinasi digenjot pemerintah. Hingga hari ini target 280 juta orang yang disuntik vaksin sudah terpenuhi. Dia juga mewanti-wanti bahwa capaian ini tidak mudah dilakukan.

"Tadi pagi saya cek sudah 281.299.690 dosis. Tapi, hati-hati 280 juta itu juga bukan barang mudah, menyuntik 280 juta kali dalam waktu setahun bukan barang yang mudah," ungkap Jokowi.

"Karena geografi, kita harus vaksinasi dengan perahu, naik sepeda motor, jalan kaki ke atas gunung, bukan suatu yang mudah," ujarnya.

(hal/zlf)